Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menggelar tasyakuran peringatan ulang tahun ke-84 di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5). Perayaan milad JK itu dipenuhi doa dan dukungan dari para kerabat.
Salah satu tokoh yang tampak hadir dalam acara itu adalah akademisi sekaligus mantan Menteri ESDM, Sudirman Said.
Dalam kesempatan itu, Sudirman menyempatkan diri menanggapi polemik usai JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal dugaan penistaan agama. Ia menilai situasi tersebut justru memperlihatkan besarnya gelombang dukungan masyarakat kepada tokoh senior tersebut.
"Menurut saya, inilah buah atau hikmah dari orang yang berjiwa sosial tinggi. Jadi yang membela bukan beliau sendiri, tapi banyak orang," ujar Sudirman Said seusai menghadiri acara tasyakuran.
Menurut Sudirman, dukungan publik yang mengalir deras tidak terlepas dari rekam jejak panjang JK.
Banyak masyarakat yang telah mengetahui karakter aslinya dan merasakan langsung kiprah JK, sehingga publik dengan sendirinya tampil untuk membela.
"Terlalu banyak orang yang dalam sejarah hidupnya menjadi saksi bahwa Pak JK tidak seperti yang disampaikan oleh mereka-mereka itu," tegasnya.
Sudirman juga mengungkapkan kekagumannya terhadap JK dan menyebutnya sebagai sosok aktivis kemanusiaan sekaligus juru damai yang pemikiran-pemikirannya masih sangat dibutuhkan untuk menjaga agar bangsa ini tetap berada di jalur yang benar.
"Juga dikenal sebagai juru damai, aktivis kemanusiaan, dan sampai hari ini pikiran-pikiran Pak JK masih terus diperlukan oleh bangsa ini," pungkas Sudirman.





