Makassar, ERANASIONAL.COM – Seorang mahasiswi berinisial MA (21) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pelaku penyekapan dan perkosaan berinisial FR (33) diduga memakai modus lowongan kerja (loker) babysitter untuk menjebak korban.
“Pengakuan korban, dia diterima kerja di rumah FR dengan diimingi gaji Rp3 juta tiap bulannya, karena korban butuh uang makanya dia tertarik,”kata warga di lokasi yang enggan disebutkan namanya, Kamis 14/5).
Peristiwa pilu itu terjadi di rumah kontrakan kawasan perumahan elite Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Korban diduga disekap selama tiga hari sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5).
Kasus ini bermula saat korban mencari pekerjaan sebagai babysitter melalui media sosial Facebook.
Korban kemudian mendapat tawaran kerja dan diminta datang ke rumah yang disiapkan pelaku.
Pelaku diduga sengaja menyewa rumah untuk melancarkan aksinya terhadap korban.
Korban kemudian diminta bekerja dan dipaksa bermalam di rumah kontrakan tersebut.
“Jadi ceritanya korban di suruh bekerja. Dan dipaksa bermalam. Di situ korban disekap. Ini pelaku sewa rumah tiga hari,” ucapnya.
Selama berada di rumah itu, korban diduga mengalami penyekapan dan tindak kekerasan.
Korban juga diduga mengalami kekerasan seksual selama berada di rumah tersebut.
Setelah beberapa hari disekap, korban akhirnya berhasil melarikan diri melalui jendela rumah kontrakan.
Saat itu, korban berhasil kabur saat mengetahui pelaku tidak berada di rumah.
Korban ke luar dari rumah dalam kondisi lemas dengan tangan masih terikat. Kondisi itu langsung menarik perhatian warga sekitar.
Warga kemudian memberikan pertolongan kepada korban. Mereka membantu melepaskan ikatan di tangan korban dan menghubungi pihak kepolisian.
Dikonfirmasih terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latif mengatakan polisi menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyekapan tersebut.
Petugas lalu mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam kondisi tangan terikat.
“Saat kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut. Setelah tiba di TKP, benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” kata Abd Latif.
Latif mengatakan polisi juga mendalami dugaan pemerkosaan terhadap korban. Dugaan itu muncul berdasarkan pemeriksaan awal terhadap korban.
“Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban,” jelas Latif.
Sementara hingga saat ini pelaku belum ditangkap karena sudah melarikan diri sebelum polisi datang.
“Pelaku masih dalam proses pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” tutup Latif. []





