TABLOIDBINTANG.COM - Wahana Musik Indonesia (WAMI) resmi menetapkan jajaran Badan Pengawas baru dalam Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUA-LB) 2026 yang digelar secara hybrid, Jumat (15/5/2026).
Sejumlah musisi ternama ikut terpilih, di antaranya Bongky Ismail dari BIP hingga Indra Prasta dari The Rain.
Forum tersebut menjadi langkah penting WAMI dalam memperkuat tata kelola organisasi di tengah perkembangan industri musik Tanah Air yang terus berubah cepat.
President Director WAMI, Adi Adrian menegaskan keberadaan Badan Pengawas memiliki peran besar untuk menjaga transparansi serta akuntabilitas organisasi demi kepentingan seluruh anggota.
“Kami ingin memastikan WAMI terus berkembang menjadi organisasi yang sehat, transparan dan benar-benar berpihak pada kepentingan anggota,” ujar Adi Adrian di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Menurut Adi, Badan Pengawas yang baru diharapkan mampu menjalankan tugas dengan integritas tinggi sekaligus memperkuat sistem organisasi ke depan.
“Badan Pengawas yang terpilih diharapkan bisa menjalankan amanah dengan integritas dan menjadi penguat sistem organisasi ke depan,” lanjutnya.
RUA-LB 2026 juga menjadi lanjutan dari Rapat Umum Anggota yang sebelumnya telah berlangsung pada Desember 2025. Selain membahas penguatan organisasi, forum ini dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi dan pertukaran ide antar pelaku industri musik.
Adi Adrian menyebut semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam perjalanan WAMI.
“WAMI dibangun dari semangat kolaborasi, karena itu kami ingin forum seperti ini menjadi tempat bertukar gagasan dan memperkuat solidaritas antar pelaku industri musik Indonesia,” katanya.
Melalui proses pemungutan suara, sejumlah nama akhirnya resmi mengisi posisi Badan Pengawas dari unsur komposer, pencipta lagu, hingga publisher musik.
Dari kalangan komposer dan pencipta lagu, nama yang terpilih antara lain Pasmarizal, Bongky Ismail, Indra Prasta, Andi Putranto, Candra Paul Irawan, Tonny Ardi, serta Firman Rahmat Siagian.
Sementara dari unsur publisher terdapat Ari Lazuardi dari PT Mahar Pustaka Nusantara, Oktavia Pal Gunadi dari PT Suara Publishindo, Rita Marlina dari PT Aquarius Pustaka Musik, Leonard Handhi dari PT Wirayuda Swaratama Jeka, Sunnie Lie dari PT Karya Anak Hoki, serta Yuliana Fransisca Wijaya dari PT Arga Swara Kencana Musik.
Adi Adrian berharap jajaran baru Badan Pengawas dapat membantu menciptakan sistem organisasi yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan industri musik modern.
“Kami percaya penguatan tata kelola organisasi akan berdampak langsung pada perlindungan hak dan kepentingan para anggota,” tutupnya.




