Teka-teki Tujuh Pejabat Baru BEI Segera Terjawab Jelang RUPST Juni

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Teka-teki terkait jajaran pimpinan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026–2030 segera terjawab. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah merampungkan proses seleksi dan dijadwalkan akan mengumumkan tujuh nama pejabat terpilih pada Juni mendatang.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap paket calon telah dimulai sejak Selasa (12/5/2026). 

Sesuai dengan regulasi, identitas para pejabat baru bursa akan dibuka ke publik paling lambat tujuh hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Pelaksanaan RUPST pada 29 Juni. Jadi, paling lambat 22 Juni jajaran direksi terpilih sudah akan diinformasikan kepada publik,” ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pekan ini.

Sementara itu, kontestasi kursi di Gedung Bursa kali ini melibatkan empat paket calon direksi. Nama-nama besar yang kini menduduki posisi strategis di Self-Regulatory Organization (SRO) maupun perusahaan efek dipastikan bersaing.

Dua nama yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya adalah Jeffrey Hendrik, yang kini menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, serta Iding Pardi selaku Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Selain figur internal, nama Oki Ramadhana yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas sekaligus Komisaris Utama BEI juga telah memastikan diri mendaftar. Kehadiran tokoh-tokoh kuat ini memperlihatkan tingginya tensi persaingan untuk mengelola pasar modal Indonesia empat tahun ke depan.

“Kalau mendaftar, ya benar mendaftar, tinggal proses di OJK-nya seperti apa. Kita harus bantu negara ini,” ungkap Oki di Gedung BEI, belum lama ini.

Namun, dalam perkembangan terkini, Oki dikabarkan terpilih untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Indonesia Investment Authority (INA) sejak masa jabatan Ridha Wirakusumah berakhir pada Februari lalu.

Baca Juga : OJK Pastikan Direksi Bursa (BEI) Baru Mulai Juni 2026

Pejabat terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar, mulai dari menjaga stabilitas pasar, mendorong target emiten baru, hingga menangani sentimen indeks global seperti MSCI yang belakangan menekan IHSG.

Pergerakan IHSG sendiri selama pekan 11–13 Mei 2026 mencatat koreksi sebesar 3,53% dan ditutup pada level 6.723,32 dibandingkan pekan sebelumnya di 6.936,39. Pelemahan ini terjadi seiring pengumuman MSCI yang mendepak sejumlah saham big caps seperti AMMN, BREN, dan TPIA.

Kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 4,68% menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian menyusut 22,01% menjadi 35,76 miliar lembar dari 45,86 miliar lembar pada penutupan pekan lalu. Adapun, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga turut mengalami pelemahan.

"Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan sebesar 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya," ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Lebih lanjut, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pada pekan ini juga tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,56% menjadi 2,53 juta kali transaksi dibandingkan 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Menutup pekan ini, tepatnya pada Rabu (13/5/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp40,82 triliun.

--

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sebut Duet MBG-Kopdes Bisa Putarkan Uang Triliunan Rupiah
• 39 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Polri Sukses Panen Jutaan Ton Jagung, Siap Ekspor ke Malaysia
• 39 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Minta Aparat Harus Mau Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Penyelewengan
• 6 jam laludetik.com
thumb
Punya Harta Rp2,06 Triliun, Ini Isi Garasi Prabowo
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Respons Anies Baswedan Terkait Putusan MK soal Ibu Kota Negara
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.