Polisi Periksa Kepsek Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswi di Tangsel

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Tangerang Selatan -

Polisi tengah menyelidiki dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming oleh seorang kepala sekolah berinisial AMA kepada siswi di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). AMA sendiri diperiksa polisi.

"Di tengah kami lakukan penyelidikan ke sekolahan, kami dapati informasi bahwa Saudara AMA tiba di Polres Tangerang Selatan untuk mengkonsultasikan berita yang sedang beredar di media sosial. Kemudian unit PPA langsung mengambil keterangan yang bersangkutan hingga kurang lebih pukul 23.00 WIB malam," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Wira mengatakan korban belum membuat laporan polisi (LP) hingga saat ini. Ia juga belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap AMA karena masih dalam proses penyelidikan.

"Kalau terkait hasil pemeriksaan, kita belum bisa share dulu karena masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wira menegaskan Polres Tangsel tidak melakukan atau mengawal mediasi apapun terkait perkara ini. Ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki perkara ini untuk mencari fakta dan kebenaran yang terjadi.

"Saya tegaskan dari Polres Tangerang Selatan tidak melakukan mediasi apapun ataupun mengawal untuk proses mediasi. Kami di posisi untuk memfaktakan terlebih dahulu informasi yang beredar di tengah masyarakat dalam proses penyelidikan," tuturnya.

Baca juga: Pihak Sekolah Tangsel Putus Hubungan dengan Kepsek yang Diduga Lakukan Child Grooming

Diketahui, dalam unggahan yang viral, sejumlah akun anonim membagikan cerita dan pengakuan terkait perilaku di lingkungan sekolah tersebut. Salah satu unggahan menyinggung pendekatan kepala sekolah kepada siswi tertentu.

Kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan kepada siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.

Sebagai informasi, Komnas Perempuan menyebut child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang, manipulasi emosional, dan normalisasi perilaku seksual.

Pola child grooming umumnya muncul melalui strategi pelaku yang memosisikan diri sebagai teman dekat dan pendengar, memberikan hadiah serta validasi berlebihan, melakukan normalisasi seksual secara bertahap, meminta relasi dirahasiakan untuk mengisolasi anak dari lingkungan pendukung, memanipulasi rasa bersalah dan takut, hingga berujung pada ancaman dan pemerasan seksual agar korban terus menuruti kehendaknya.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Dugaan Child Grooming Kepsek di Tangsel

Kepsek Dipecat

Pihak yayasan mengambil tindakan tegas usai dugaan kepsek melakukan child grooming. Pihak yayasan pun menegaskan oknum kepala sekolah itu saat ini bukan bagian dari mereka lagi.

"Sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga nilai-nilai pendidikan, etika, serta integritas lingkungan sekolah, per hari ini Yayasan secara resmi menetapkan bahwa yang bersangkutan tidak lagi terafiliasi dengan (pihak yayasan) secara permanen," bunyi unggahan akun Instagram @letrispamulangofficial yang dilihat, Sabtu (16/5/2026).

Yayasan pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua murid. Sebab, karena kasus ini sekolah mereka menjadi sorotan publik.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua siswa, siswa-siswi, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan dan perhatian publik yang muncul dalam beberapa waktu terakhir," katanya.

Terakhir, yayasan berkomitmen akan tetap menjaga profesionalitas dan rasa aman kepada semua pihak.

Baca juga: Pihak Sekolah Tangsel Putus Hubungan dengan Kepsek yang Diduga Lakukan Child Grooming




(mib/mea)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo soal Kinerja Kapolri: Kalau Kapten Kesebelasannya Baik, Kontrak Diperpanjang
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Rupiah Melemah, Presiden: Selama Purbaya Bisa Senyum, Nggak Usah Khawatir
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol JORR, 2 Orang Tewas
• 15 jam laludetik.com
thumb
RI-Belarus sepakati roadmap pengembangan kerja sama ekonomi 2026-2030
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.