MBG Dinilai Bukan Sekadar Bagi Makanan, Tapi Intervensi Gizi Nasional

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak sekadar menjadi program pembagian makanan di sekolah, tetapi mulai diposisikan sebagai instrumen intervensi gizi untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia, terutama pada kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Perwakilan Bidang Ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Dewan Pimpinan Cabang Kota Surakarta sekaligus Dosen Program Studi S1 Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Dewi Marfuah, mengatakan program MBG dirancang untuk memutus persoalan gizi yang selama ini berdampak pada kesehatan dan produktivitas masyarakat.

Menurut Dewi, salah satu persoalan yang masih ditemukan di lapangan adalah banyaknya anak sekolah yang datang tanpa sarapan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

“Harapannya, program MBG ini bisa menggantikan satu kali waktu makan yang sering hilang, terutama sarapan,” ujarnya.

Ia mengatakan pengalaman saat melakukan pengabdian di sekolah menunjukkan jumlah siswa yang tidak sarapan masih lebih banyak dibandingkan siswa yang sudah makan sebelum berangkat ke sekolah.

Kondisi tersebut juga diperkuat data Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) pada Februari 2026 yang mencatat sebanyak 81% keluarga rentan mendukung keberlanjutan program MBG. Dukungan itu muncul karena masyarakat menilai program tersebut dapat memberi kepastian asupan nutrisi bagi anak.

Dewi menjelaskan MBG dirancang untuk memenuhi sekitar seperempat hingga sepertiga kebutuhan gizi harian penerima manfaat. Komposisi menu disebut mencakup karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, hingga buah.

“Program MBG dirancang untuk memenuhi seperempat hingga sepertiga kebutuhan gizi harian anak. Dengan menu gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur hingga buah, siswa diharapkan memiliki energi cukup untuk berkonsentrasi belajar tanpa rasa lemas,” katanya.

Selain anak sekolah, program melalui Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) juga diarahkan untuk mendukung kelompok dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kita tidak ingin melihat lagi ada ibu hamil yang kurus karena nutrisinya habis terserap janin tanpa ada asupan pengganti yang memadai. Begitu pula dengan balita; pemberian makanan bergizi yang rutin, bukan sekadar sebulan sekali saat ke Posyandu, adalah kunci utama dalam menekan angka stunting di Indonesia,” kata Dewi.

Baca Juga: Program MBG Sudah Jangkau 61,9 Juta Orang, Capai 74,8% dari Target Nasional

Baca Juga: Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal

Baca Juga: Tak Paksa Anak Orang Kaya Ikut, Prabowo Tegaskan MBG untuk yang Membutuhkan

Di sisi lain, keamanan pangan masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. Menanggapi kekhawatiran soal risiko makanan basi atau kualitas makanan, Dewi menyebut setiap unit SPPG diwajibkan memiliki ahli gizi dan menerapkan standar operasional yang ketat.

“Ada rentang waktu ketat antara proses pengolahan hingga makanan dikonsumsi untuk mencegah makanan basi akibat pengemasan saat panas. Kemudian sebelum dibagikan ke siswa, guru bertindak sebagai tester untuk memastikan rasa dan kualitas makanan aman dikonsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan evaluasi terhadap menu juga dilakukan melalui pemantauan food waste atau sisa makanan sebagai indikator penerimaan siswa terhadap makanan yang disediakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri soal Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat Jadi Komjen: Arahan Presiden
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Bongkar Peredaran 183 Cartridge Narkotika di Apartemen Tangerang
• 6 jam laludetik.com
thumb
Profil Kevin Gusnadi, Eks Tenaga Ahli Kemenko Polhukam Keciduk Gandeng Ayu Ting Ting di Bioskop
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Rupiah Melemah, Prabowo Tepis Spekulasi Indonesia Kolaps
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Potret Ngeri Kecelakaan Kereta di Tengah Kemacetan Bangkok, 8 Tewas
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.