Kondisi Memprihatinkan Keluarga Pasien Anak di Indonesia, Banyak yang Tidur di Masjid Hingga Selasar Rumah Sakit

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tidak semua keluarga pasien anak memiliki tempat layak untuk beristirahat saat mendampingi buah hati menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan. Sebagian bahkan terpaksa tidur di selasar rumah sakit, masjid, hingga pom bensin demi tetap berada dekat dengan anak mereka yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.

Kondisi tersebut masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, terutama bagi keluarga pasien yang datang dari luar kota untuk menjalani pengobatan jangka panjang seperti kanker, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Transformasi Besar Rumah Sakit Sedang Terjadi, Pasien Bakal Rasakan Dampaknya
RSUD dr Soetomo: Pasien Meninggal Bukan Akibat Kebakaran

Data internal RS Kemenkes Surabaya mencatat sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jember, Madiun, hingga Madura. Sebagian keluarga harus menempuh perjalanan hingga 10 jam demi mendapatkan layanan kesehatan bagi anak mereka.

Tak hanya menghadapi tekanan emosional akibat kondisi anak, keluarga pasien juga dibebani biaya hidup selama mendampingi pengobatan. Dalam sebulan, kebutuhan akomodasi dan konsumsi disebut bisa mencapai Rp8,5 juta.

Situasi tersebut pernah dialami Elfridus, salah satu orang tua pasien anak yang sempat tinggal di Rumah Singgah Denpasar saat mendampingi anaknya menjalani pengobatan leukemia.

“Yang paling berat bukan hanya soal biaya, tetapi juga rasa lelah dan kebingungan saat harus menjalani semuanya di kota yang jauh dari rumah,” ujar Elfridus, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 16 Mei 2026. 

Ia mengaku keberadaan rumah singgah membantu keluarganya memiliki tempat beristirahat yang aman dan nyaman selama masa pengobatan anak.

“Dengan adanya Rumah Singgah yang nyaman, gratis, dan dekat dengan rumah sakit, kami bisa beristirahat dan tetap memantau kondisi anak setiap waktu, sehingga merasa lebih tenang selama proses pengobatan,” lanjutnya.

Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC), Caroline Djajadiningrat, mengatakan rumah singgah bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang pemulihan emosional bagi anak dan keluarga.

“Rumah Singgah bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang pemulihan yang menghadirkan rasa nyaman dan suasana hangat seperti di rumah. Kami ingin anak-anak tetap dapat bermain, belajar, dan merasakan kehadiran keluarga di sisi mereka karena hal tersebut sangat penting untuk menjaga kondisi emosional anak selama pengobatan,” kata Caroline.

Baca Juga :
Cuaca Makin Panas karena El Nino, Ini Deretan Penyakit yang Mengintai
Jangan Lengah Hantavirus, Dokter Ungkap Gejala Awal yang Sering Diabaikan!
Heboh Dugaan Malapraktik Rumah Sakit Berinisial S, Polda Metro Turun Tangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Pria Tewas Terlindas saat Perbaiki Ban Truk di Tol JORR
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo soal Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar Kok
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dua Hari Libur Long Weekend Kenaikan Isa Al Masih, KAI Layani 393 Ribu Penumpang
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Kronologi Mahasiswi Kaltara Disekap dan Diperkosa di Makassar, Berawal Loker Baby Sitter
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
RI-Belarus Sepakati Komitmen Bisnis Mencapai Rp7 Triliun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.