JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih usai mendapatkan laporan pejabat yang melakukan penyelewengan.
Bahkan, kata dia, pejabat tersebut merupakan seseorang yang telah ia lantik dan bina.
BACA JUGA:1.061 KDKMP Diresmikan Presiden, Menkop Beberkan Komitmen Besar untuk Ekonomi Rakyat
"Saya geleng-geleng kepala, sedih saya bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang menyeleweng. Saya sedih. Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat penyeleweng, nyuri uang rakyat," kata Prabowo dalam peresmian museum Marsinah, di Nganjuk, Sabtu, 16 Mei 2026.
Prabowo menceritakan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh melaporkan pejabat tersebut merupakan orang terdekatnya.
BACA JUGA:Hari ke-26 Haji 2026: 166.269 Jemaah Diberangkatkan, Gelombang I dari Madinah Selesai
Ia lantas memerintahkan agar Kepala BPKP untuk melakukan pemeriksaan pejabat tersebut.
"Karena dia tahu ini dekat sama Presiden. Dia
lihat saya, 'Masalahnya apa?'. 'Bagaimana Pak petunjuk?'. 'TERUSKAN PEMERIKSAAN!
TIDAK ADA!' Nggak ada mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya,
enggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa!," tegas Prabowo.
Ia menekankan pejabat yang diberikan kehormatan justru harus menggunakannya secara hati-hati.
BACA JUGA:Petugas di Bandara Jeddah Perkuat Koordinasi, Jemaah Tenang dan Fokus Ibadah
"Bukan diberi wewenang kepercayaan malah merasa adigang adigung adiguna, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh. Saudara-saudara saya heran kalau hari gini masih ada yang nyoba-nyoba ya apa itu di aparat ya. Saya heran, sekarang ada digital, ada apa, pasti ketahuan deh," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, tak boleh ada aparat negara yang merasa paling berkuasa dan bisa melakukan apa saja untuk menghalalkan segala cara.
- 1
- 2
- »





