Trump Warning Taiwan Tak Boleh Deklarasi Merdeka dari China

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Taiwan agar tidak secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari China. Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai menghadiri pertemuan bilateral selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

"Saya tidak ingin ada yang merdeka," kata presiden AS kepada Fox News pada Jumat, di akhir pertemuan puncak dengan Xi Jinping, di Beijing dikutip Sabtu (16/5/2026).

Baca: Donald Trump Klaim Pasukan AS Berhasil Bunuh Pimpinan ISIS

Laporan BBC menyebut, Presiden Taiwan Lai Ching-te sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan formal karena sudah menganggap dirinya sebagai negara berdaulat.


AS telah lama mendukung Taiwan, tetapi sering kali harus menyesuaikan bentuk dukungannya demi menjaga hubungan diplomatik dengan Tiongkok.

Trump sebelumnya mengatakan dirinya "tidak membuat komitmen apa pun" tentang Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.

Posisi Washington selama ini adalah tidak mendukung kemerdekaan Taiwan, sambil menjaga hubungan dengan Beijing.

Beijing sendiri sangat vokal menyatakan ketidaksukaannya terhadap Presiden Taiwan, yang sebelumnya mereka gambarkan sebagai "pembuat onar" dan "perusak perdamaian lintas selat".

Banyak warga Taiwan menganggap diri mereka sebagai bagian dari negara yang terpisah, meskipun sebagian besar mendukung untuk mempertahankan status quo di mana Taiwan tidak menyatakan kemerdekaan dari Tiongkok maupun bersatu dengannya.

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump menegaskan kembali bahwa kebijakan AS mengenai masalah ini tidak berubah.

"Anda tahu, kita seharusnya menempuh perjalanan sejauh 9.500 mil (15.289 km) untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu. Saya ingin mereka tenang. Saya ingin China tenang," ujarnya.

Dalam penerbangan kembali ke Washington, presiden AS mengatakan kepada wartawan bahwa dia dan Xi telah berbicara banyak tentang Taiwan.

Xi "tidak ingin melihat gerakan kemerdekaan", kata Trump.

Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam wawancara terpisah bahwa masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS.

"Jika salah penanganan, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik," ujar Xi Jinping dikutip dari BBC.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jelang Pertemuan, Taiwan Perkuat Komitmen Dengan As

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswi MI di Kalbar Dijerat Teman Pakai Tali Rafia gegara Tolak Tukar Kursi
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kebuntuan Perdamaian AS-Iran Bikin Bitcoin Turun ke USD78 Ribu
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Prabowo Naik Traktor Pimpin Panen Raya Jagung di Tuban, Pakai Topi Koboi!
• 17 jam laluokezone.com
thumb
OpenAI hadirkan alat keuangan pribadi baru bagi pengguna ChatGPT Pro
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung Nasional dan Peluncuran 166 SPPG Polri di Tuban
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.