Fenomena Generasi Produktif: Kerja Terus, Tapi Tetap Sulit Menabung

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Memiliki akses ke layanan keuangan ternyata belum menjamin seseorang memiliki kondisi finansial yang sehat. Di tengah meningkatnya penggunaan layanan perbankan dan digital finance di Indonesia, banyak masyarakat masih kesulitan mengatur pengeluaran, menabung, hingga menjaga pemasukan tetap stabil.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 dari OJK dan BPS, indeks inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 80,51 persen. Namun di sisi lain, World Bank Global Findex mencatat lebih dari 60 persen UMKM di Indonesia masih mengalami kesulitan memperoleh pendapatan yang stabil. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Indodax Sebut Kripto Tak Lagi Sekadar Eksperimen Teknologi, Ini Penjelasannya
1 dari 10 Orang Tak Memiliki Dana Darurat, Anda Sudah Punya?

Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan rumah tangga dalam mengelola keuangan sehari-hari, termasuk menabung dan merencanakan masa depan finansial keluarga.

Fenomena tersebut membuat pembahasan soal financial health atau kesehatan finansial semakin relevan, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan penuh tekanan ekonomi.

Financial health sendiri tak hanya berbicara soal punya rekening, akses pinjaman, atau dompet digital, tetapi juga kemampuan seseorang menghadapi risiko finansial, mengatur arus kas, hingga menjaga kondisi ekonomi keluarga tetap stabil dalam jangka panjang.

“Akses keuangan menjadi salah satu instrumen yang dapat mendorong UMKM untuk maju, tetapi akses keuangan perlu dibarengi dengan intervensi. Mulai dari pendampingan, edukasi, teknologi yang mudah, akses pasar, hingga kebijakan,” ujar Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 16 Mei 2026. 

Menurutnya, banyak masyarakat sebenarnya sudah mengenal layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memiliki kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Eksekutif Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Fito Rahdianto. Ia menilai kesehatan finansial perlu dipahami dari kondisi nyata masyarakat sehari-hari.

“Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyelaraskan pandangan dan membangun pendekatan yang lebih relevan, aplikatif, serta berdampak bagi ketahanan finansial dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di tengah naiknya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, isu financial health kini semakin dekat dengan keseharian masyarakat, terutama generasi produktif dan pelaku usaha kecil.

Bukan hanya soal berapa besar penghasilan, tetapi bagaimana seseorang mampu bertahan saat pemasukan tidak stabil, memiliki dana darurat, hingga tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga tanpa terjebak tekanan finansial berkepanjangan.

Baca Juga :
Kinerja Makin Menguat, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Rp13,34 Triliun di Kuartal I-2026
Era Keuangan Digital Semakin Terbuka, Indodax Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen
Setara Rp 6 Miliar Per Hari, Prudential Syariah Bayar Klaim Rp 2,2 Triliun di Sepanjang 2025

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Seniman Abadikan 4 Patung Tokoh Persib Bandung, Termasuk Bojan Hodak
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
RI-Belarus sepakati roadmap pengembangan kerja sama ekonomi 2026-2030
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Ungkap Alasan Diresmikannya 1.061 Kopdes Merah Putih: Saya Suka Angka 8
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
DPR Sebut Kondisi Ekonomi Indonesia Sekarang Berbeda dengan Krisis 98
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Bongkar Rahasia Unik Angka Tersebut
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.