Surabaya (beritajatim.com) – Kondisi pasien kritis yang berhasil dievakuasi dari ruang ICU saat kebakaran melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Jumat pagi (15/5/2026) kemarin dilaporkan kian berangsur membaik.
Ketika musibah itu terjadi, pihak rumah sakit mengevakuasi total 44 pasien yang berada di dalam gedung. Namun, dalam prosesnya satu pasien ICU kemudian dinyatakan meninggal dunia dan satu pasien lainnya sempat jatuh ke dalam kondisi kritis.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, mengonfirmasi bahwa kondisi satu-satunya pasien kritis saat kejadian tersebut kini menunjukkan perkembangan positif pada hari kedua pascainsiden. “Kondisi px (pasien) kritis, berangsur membaik,” ujar Niken saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).
Niken menjelaskan bahwa pasien yang bersangkutan terus mendapatkan perhatian penuh dari tim medis dan perkembangannya dipantau secara berkala. “Berangsur membaik. Saya masih tanyakan juga ke pihak Rest,” tambahnya.
Di sisi lain, seluruh aktivitas di Gedung PPJT RSUD dr. Soetomo Surabaya kini terpaksa dihentikan sementara waktu demi kelancaran proses penyelidikan pihak kepolisian. Menurut penjelasan Niken, akses menuju area terdampak masih ditutup rapat dan bangunan belum diizinkan untuk aktif digunakan kembali.
Meski begitu, ia memastikan bahwa seluruh pasien rawat inap yang terdampak insiden tersebut sudah dipindahkan dengan aman ke ruangan lain yang lebih kondusif. “Untuk gedung PPJT masih ditutup. Semua px (pasien) rawat inap telah terevakuasi,” jelasnya.
Selain pasien rawat inap, pihak manajemen rumah sakit juga bergerak taktis memindahkan para pasien yang tengah menjalani pengobatan rutin di gedung pelayanan jantung tersebut.
Sementara itu, pihak manajemen hingga kini masih mematangkan skema pengalihan lokasi untuk layanan rawat jalan yang dijadwalkan berjalan pada hari Senin mendatang. “Manajemen masih diskusi untuk pemindahan layanan rawat jalan PPJT untuk Senin,” paparnya.
Niken juga mengaku belum bisa memastikan kapan pastinya operasional Gedung PPJT dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala.
Pasalnya, memasuki hari kedua setelah kebakaran, aparat kepolisian terpantau masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif. “Masih belum tahu. Masih dalam proses penyelidikan juga pascakebakaran,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, korsleting listrik pada lemari es di ruang farmasi diduga kuat menjadi pemicu utama munculnya kobaran api pada Jumat pagi tersebut. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, titik api pertama kali ditemukan di ruang farmasi yang terletak di lantai lima gedung. (rma/kun)




