Selain itu, seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya atau gratis. Sebelum membahas lebih lanjut soal lowongannya, yuk kenalan dulu dengan TNI Angkatan Udara.
Melansir laman resmi rekrutmen TNI AU, TNI Angkatan Udara lahir dari semangat kemerdekaan yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Pada hari yang sama, para pemuda dari berbagai wilayah Jakarta menggelar pawai akbar dan menyatakan tekad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan yang kembali datang.
Dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, TNI AU memiliki sejumlah tugas pokok. Di antaranya melaksanakan pertahanan di matra udara, menegakkan hukum serta menjaga keamanan wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai ketentuan hukum nasional dan internasional, hingga memberdayakan wilayah pertahanan udara.
Tugas tersebut dijalankan melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), mulai dari operasi pertahanan udara, serangan udara strategis, dukungan udara, hingga operasi SAR dan bantuan kemanusiaan. Dalam struktur organisasinya, TNI AU juga memiliki beberapa jenjang kepangkatan, yang di mana salah satunya adalah Bintara.
Mengutip laman resmi rekrutmen TNI AU, Bintara merupakan kelompok pangkat dalam ketentaraan yang berada satu tingkat di bawah perwira pertama dan satu tingkat di atas tamtama. Jenjang ini meliputi Pembantu Letnan Satu, Pembantu Letnan Dua, Sersan Mayor, Sersan Kepala, Sersan Satu, hingga Sersan Dua.
Untuk dapat menyandang pangkat tersebut, calon Bintara wajib menjalani pendidikan selama lima bulan. Setelah dinyatakan lulus, peserta akan resmi menyandang pangkat Sersan Dua.
Kembali ke informasi lowongan, TNI AU akan membuka penerimaan Bintara TNI AU Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya.
Sebagai contoh, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), lokasi daftar ulang berada di Dinas Personel Lanud ZAM, Jl. Adisucipto No. 1 Rembiga, Selaparang, Mataram. Sedangkan, peserta dari daerah lain dapat menyesuaikan lokasi verifikasi sesuai Lanud yang dipilih saat pendaftaran.
"Kesempatan emas bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung bersama TNI Angkatan Udara dan mengabdi kepada negara melalui jalur Bintara TNI AU Gelombang II Tahun 2026. Siapkan mental, fisik, dan semangat juangmu untuk menjadi bagian dari Swa Bhuwana Paksa!," tulis informasi di akun Instagram @lanud_zam, dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.
Bagi Sobat Medcom yang tertarik mendaftar, yuk simak informasi lengkapnya berikut ini. Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Sehat jasmani dan rohani
- Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
- Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
- Tidak memiliki catatan kriminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri
- Pria dan wanita bukan anggota atau mantan prajurit TNI/Polri dan PNS
- Tinggi badan pria minimal 163 cm, wanita minimal 157 cm (diutamakan 160 cm), serta memiliki berat badan seimbang
- Berijazah D-3, SMA/MA, dan SMK
- Lulusan D-3 usia maksimal 25 tahun terhitung pada saat buka pendidikan (29 Agustus 2026)
- Lulusan SMA/MA dan SMK usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 24 tahun terhitung pada saat buka pendidikan (29 Agustus 2026)
- Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama
- Khusus atlet berprestasi di tingkat nasional/internasional wajib melampirkan surat rekomendasi dari Pembina Cabang Olahraga TNI AU
- Kebutuhan D-3 Bintara PK Pria
- Teknik Informatika
- Manajemen Informatika
- Manajemen Informatika (ATC)
- Teknik Aeronautika
- Teknik Aeronautika (AMTO)
- Teknik Elektronika
- Elektronika
- Manajemen Lalu Lintas Udara
- Keselamatan Penerbangan
- Manajemen Bandar Udara/Operasi Bandar Udara
- Teknik Informatika
- Manajemen Informatika
- Manajemen Informatika (ATC)
- Akuntansi
- Komputerisasi Akuntansi
- Sistem Informasi Akuntansi
- Teknik Industri
- Manajemen Industri
- Pengolahan Minyak dan Gas
- Laboratorium Minyak dan Gas
- Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kebakaran
- Mesin Otomotif
- Manajemen Sumber Daya Manusia
- Kearsipan
- Administrasi Perkantoran
- Sekretaris
- Keperawatan
- Farmasi
- Gizi
- Radiologi
- Fisioterapi
- Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
- Kesehatan Lingkungan
- Teknik Laboratorium
- Teknik Elektromedik
- Bidang Informatika:
- Teknik Informatika
- Manajemen Informatika
- Manajemen Informatika (ATC)
- Akuntansi
- Komputerisasi Akuntansi
- Sistem Informasi Akuntansi
- Manajemen Sumber Daya Manusia
- Kearsipan
- Administrasi Perkantoran
- Sekretaris
- Keperawatan
- Farmasi
- Gizi
- Radiologi
- Fisioterapi
- Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
- Kesehatan Lingkungan
- Teknik Laboratorium
- Teknik Elektromedik
- Akses laman resmi pendaftaran melalui diajurit.tni-au.mil.id.
- Lakukan pendaftaran secara daring, lalu pilih Lanud terdekat sebagai lokasi verifikasi berkas.
- Setelah itu, peserta wajib melakukan daftar ulang sekaligus verifikasi dokumen fisik di Lanud yang telah dipilih, misalnya Lanud ZAM untuk wilayah NTB dan sekitarnya.
- Peserta juga diimbau untuk rutin memantau informasi terbaru melalui situs resmi maupun akun media sosial rekrutmen TNI AU, karena jadwal dan pengumuman kelulusan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Pendaftaran: 18 Mei–20 Juni 2026
- Untuk informasi lebih lanjut tentang daftar Lanud, kamu dapat mengakses laman rekrutmen.tni-au.mil.id.
Baca Juga :
Lowongan Asisten Bahasa Indonesia di Australia Barat 2027, Gaji Rp738 Juta!Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





