Kloter 5 Embarkasi Surabaya Matangkan Persiapan Menuju Puncak Haji

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Kloter 5 Embarkasi Surabaya mematangkan persiapan menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pertemuan yang berlangsung Sabtu (16/5/2026) siang itu dihadiri seluruh petugas kloter.

Muhammad Erfan Ketua Kloter 5 Embarkasi Surabaya terlebih dahulu memaparkan perkembangan kondisi jemaah haji yang sedang sakit.

Pembahasan difokuskan pada langkah antisipasi agar jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu tetap dapat mengikuti rangkaian Armuzna sesuai kemampuan masing-masing.

Selain evaluasi kesehatan jemaah, rapat juga membahas teknis keberangkatan, pengaturan tenda, hingga mekanisme pergerakan jemaah selama puncak haji berlangsung.

Pergerakan jemaah menuju Arafah dijadwalkan dimulai pada 8 Dzulhijjah atau 25 Mei setelah salat isya.

Sementara jemaah yang mengikuti program Tarwiyah, akan diberangkatkan lebih awal sehari sebelumnya. Seluruh jemaah akan diangkut menggunakan bus yang telah disediakan pihak syarikah.

Muhammad Erfan menjelaskan, jemaah Kloter 5 Embarkasi Surabaya nantinya akan ditempatkan dalam satu tenda besar selama berada di Arafah. Puncak wukuf akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah atau 26 Mei, dimulai sejak waktu zuhur hingga magrib.

Usai wukuf, jemaah akan diberangkatkan menuju Muzdalifah. Jemaah dengan skema murur, yakni lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah berisiko tinggi, akan diprioritaskan berangkat lebih awal.

Sementara jemaah reguler yang tidak mengikuti murur, akan bergerak menuju Mina setelah melewati tengah malam.

Setibanya di Mina, tenda jemaah laki-laki dan perempuan dipisahkan. Di lokasi itu, jemaah akan menunggu jadwal lempar jumrah yang untuk Kloter 5 Embarkasi Surabaya dijadwalkan setelah salat zuhur.

Pihak kloter juga mengimbau agar jemaah yang sakit maupun pengguna kursi roda, dapat dibadalkan dalam pelaksanaan lempar jumrah demi menjaga keselamatan dan kondisi fisik jemaah.

Selain itu, jemaah diberikan dua pilihan setelah menyelesaikan lontar jumrah pertama, yakni kembali ke tenda Mina untuk menunggu jadwal lempar jumrah berikutnya, atau mengikuti skema tanazul mandiri dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Kloter 5 Embarkasi Surabaya dipastikan mengambil skema Nafar Awal dengan pertimbangan jadwal kepulangan yang cukup padat. Jemaah dijadwalkan bertolak kembali ke Indonesia pada 1 Juni pukul 07.00 waktu setempat melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. (saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suara Perempuan Remaja: Teater Jadi Ruang Aman dan Media Kampanye Pencegahan Kekerasan Seksual
• 12 jam laluharianfajar
thumb
InJourney Airports Tegaskan Pelaku Pencurian Tas Lululemon Bukan Karyawan Perusahaan
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapolri soal Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat Jadi Komjen: Arahan Presiden
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Terima Delegasi Hisense di Kertanegara, Saksikan Penandatanganan MoU
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Detik-detik Kecelakaan Maut Kereta Barang dan Bus di Bangkok, 8 Orang Tewas dan 35 Orang Luka-luka
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.