JAKARTA, DISWAY.ID - Budaya riset, kemampuan berpikir kritis, dan inovasi dinilai perlu semakin diperkuat di lingkungan pesantren maupun organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Langkah tersebut dianggap penting agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang di era modern.
Hal itu disampaikan KH Imam Jazuli dalam kegiatan PMKNU Cirebon yang membahas penguatan kaderisasi dan transformasi pemikiran generasi muda NU.
Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh seperti Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir pesantren menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika sosial saat ini.
Menurut KH Imam Jazuli, pesantren selama ini memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter, spiritualitas, serta tradisi keilmuan. Namun, ia menilai penguatan tersebut perlu diimbangi dengan budaya riset dan kemampuan membaca perubahan sosial, ekonomi, hingga teknologi.
“Pesantren jangan hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus mulai menjadi pusat lahirnya gagasan, riset, dan inovasi,” ujarnya.
Ia menilai kader muda NU perlu didorong agar terbiasa berpikir kritis, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat yang semakin kompleks.
Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya memahami teks keilmuan, tetapi juga mampu memahami konteks perubahan dunia yang berlangsung cepat.
“NU memiliki sumber daya besar. Tinggal bagaimana membangun kultur belajar, diskusi, riset, dan inovasi yang lebih kuat di lingkungan pesantren maupun organisasi,” kata KH Imam Jazuli.
PMKNU Dorong Pola Pikir Problem SolvingDalam kegiatan PMKNU tersebut, peserta juga diajak membangun pola pikir problem solving dan system thinking agar mampu melihat persoalan secara lebih menyeluruh.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada wawasan ke-NU-an, tetapi juga menyentuh berbagai isu aktual seperti transformasi digital, pendidikan, ekonomi umat, media sosial, hingga tantangan generasi muda di era algoritma dan perkembangan teknologi.
Forum kaderisasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda NU yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.
Selain itu, penguatan budaya riset di lingkungan pesantren diharapkan mampu melahirkan lebih banyak gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembangunan bangsa.





