Terkini, Makassar – Mahasiswa Program Pascasarjana Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Program Sekolah Sehat Psikososial-Spiritual (SSPS) di UPT SPF SD Negeri Timor Makassar sebagai upaya memperkuat kesehatan mental, sosial, dan spiritual siswa sekolah dasar.
Program yang menyasar siswa kelas V itu hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental anak usia sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal, tim menemukan sebagian siswa masih mengalami kesulitan mengelola emosi, kurang percaya diri, serta belum optimal dalam membangun interaksi sosial. Kesadaran spiritual siswa juga dinilai perlu diperkuat melalui pembiasaan nilai moral dan keagamaan.
“Fase sekolah dasar, khususnya kelas V, menjadi masa penting perkembangan emosional dan sosial anak. Karena itu, intervensi dini dibutuhkan agar siswa memiliki ketahanan mental dan karakter positif,” demikian gambaran tujuan program tersebut.
Program SSPS dijalankan secara terstruktur di bawah pendampingan dosen mata kuliah Konseling dan Dukungan Psikososial Komunitas Khusus, yakni Abdul Saman dan Ahmad Yasser. Pendampingan akademik ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan intervensi berjalan profesional dan berbasis pendekatan ilmiah.
Beragam kegiatan diterapkan dalam program tersebut, mulai dari edukasi psikologis (*psychoeducation*), konseling kelompok, permainan edukatif, hingga pembiasaan doa, salat berjamaah, dan refleksi diri atau *muhasabah*. Pendekatan ini dirancang untuk membantu siswa meningkatkan regulasi emosi, rasa percaya diri, kemampuan sosial, sekaligus membangun karakter religius.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif program terhadap perkembangan siswa. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai rata-rata siswa meningkat dari 96,36 pada tahap *pretest* menjadi 137,84 saat *posttest*. Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan kondisi emosional, sosial, dan spiritual peserta setelah mengikuti program.
Pihak sekolah turut mengapresiasi pelaksanaan SSPS karena dinilai membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan suportif. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan kesehatan mental dan karakter siswa sekolah dasar, terutama di tengah tantangan perkembangan anak pada era digital.




