tvOnenews.com - Salah seorang warga Jawa Barat curhat soal KWH gratis untuk lansia, yang dinilai membebankan, bukan malah bikin nyaman.
Pemerataan listrik masih menjadi pekerjaan rumah besar di berbagai daerah Indonesia, termasuk Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Tanah Air.
Di tengah pesatnya pembangunan kota dan kawasan industri, ternyata masih ada ribuan rumah tangga yang belum menikmati akses listrik layak.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan energi bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok lansia dan keluarga berpenghasilan rendah.
Muncul suara warga yang menilai program KWH gratis untuk lansia justru masih menyisakan persoalan baru.
Keluhan inilah yang kemudian sampai langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan memancing respons luas di media sosial.
Curhatan Warga soal KWH Gratis Lansia Jadi Sorotan
Dalam unggahan video terbaru di akun Instagramnya, Dedi Mulyadi menanggapi keluhan seorang warga terkait program KWH gratis bagi jompo atau lansia di Jawa Barat.
Warga tersebut mengaku bantuan pemasangan listrik belum sepenuhnya menyelesaikan masalah karena para lansia tetap harus membayar tagihan listrik setiap bulan.
“Pak Dedi, Pak Dedi tolong lihat ini nenek dapat KWH gratis, tapi setiap bulan kudu berbayar. Padahal mah gak ada pemasukan, karena sudah lanjut usia. Gimana Pak Dedi, ini jadi menambah tanggung jawab, jadi beban,” ujar warga tersebut dalam video yang diunggah pada 16 Mei 2026.
Curhatan itu langsung memancing perhatian publik. Banyak warga menilai persoalan biaya listrik bulanan memang masih menjadi tantangan bagi kelompok lansia yang tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
Di sisi lain, sebagian masyarakat juga menilai program penyambungan listrik tetap menjadi langkah penting karena masih banyak rumah warga yang belum memiliki akses listrik sama sekali.
Program bantuan listrik sendiri selama ini memang difokuskan pada penyediaan sambungan dan instalasi dasar agar masyarakat bisa menikmati penerangan yang layak. Namun setelah listrik terpasang, biaya pemakaian tetap menjadi tanggung jawab pengguna sesuai konsumsi masing-masing rumah tangga.




