Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

tvonenews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengungkap perasaan mendalamnya. Hal itu terjadi seusai menyapa masyarakat adat di pedalaman Pulau Halmahera.

Sherly Tjoanda bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut belum lama ini mengunjungi Suku Togutil di Desa Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (6/5/2026).

Sherly Tjoanda dan Kemensos menyerahkan bantuan sosial. Di momen ini, Gubernur Malut itu juga ingin mengetahui seperti apa kondisi dan kehidupan dijalani masyarakat Suku Togutil.

Sherly Tjoanda melihat ekspresi trauma dari warga saat menawarkan program pembangunan rumah layak huni (RLH). Ia berjanji pemerintah akan menyejahterahkan mereka.

"Kita bikin lebih bagus daripada rumah sebelumnya," ujar Sherly Tjoanda dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube GubSherly, Minggu (17/5/2026).

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menyapa masyarakat adat Suku Togutil
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Kedatangan Sherly tidak memposisikan dirinya sebagai Gubernur. Ia ingin mempelajari bagaimana bisa belajar menjadi manusia.

Sherly terharu saat baru memasuki desa. Mereka yang kerap disebut "orang dalam" memberikan sambutan dengan penuh tatapan yang jujur tanpa berbicara banyak kata.

Istri mendiang Benny Laos itu merasa langsung mendapat sebuah kehormatan. Ia disambut dengan penuh ceria.

Di balik itu, tak sedikit warga menunjukkan rasa traumanya. Mereka menjalani kehidupan sederhana dan hanya mengandalkan hutan selama bertahun-tahun.

Kunjungan itu tentu memberikan penawaran serius. Pemprov Malut akan membangun perumahan berupa RLH seluas 5 hektare.

"Kita mau bikin, mau kasih lahan 5 hektare buat mereka, mau bikin perumahan nanti modelnya mereka setuju dulu supaya mereka bisa tinggal menetap," terangnya.

Sherly menyampaikan kepada mereka bahwa, pemerintah bekerja sama dengan Kemensos untuk memberikan bantuan makanan untuk kebutuhan setiap bulan.

"Nanti kalau sudah di pemukiman diberikan bantuan beras bulanan," tambahnya.

Pemerintah juga akan membangun infrastruktur jalan. Selain itu, hunian setiap masyarakat adat di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata itu akan dipasang lampu untuk penerangan hingga kebutuhan listrik.

Sherly menjamin gizi anak-anak dan kesehatan bagi masyarakat Suku Togutil. Ia juga menginginkan segera adanya perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) guna memudahkan penyaluran bantuan kepada mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ANTARA, TVRI, dan RRI sosialisasi Piala Dunia saat CFD Jembatan Ampera
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Bukan Begal, 3 Pria Dibacok hingga Motor Dirampas di Jakbar Diduga Sedang Tawuran
• 4 jam lalukompas.com
thumb
IHSG Performance Continues to Decline, Sharia Insurance Investments Under Pressure
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Raup Rp369M pada 2025, Bali optimalkan Pungutan Wisatawan Asing
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.