Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara mengenai rencana Presiden Prabowo Subianto menyalurkan kredit murah melalui bank milik negara.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai program yang diinisiasi oleh pemerintah ini sangat baik dan dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan bisnis yang berkelanjutan.
“...sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dan unbankable dapat merasakan manfaatnya secara berkesinambungan,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/5/2026).
Seiring adanya wacana tersebut, Dian mendorong industri perbankan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen risiko yang baik dalam menjalankan program dimaksud. Hal ini perlu dilakukan agar program tersebut dapat menjadi program yang berkesinambungan sesuai dengan risk appetite dan expertise bank.
Otoritas turut mendorong penguatan pengawasan serta pelaksanaan stress test secara berkala untuk memastikan ketahanan permodalan dan kualitas aset tetap terjaga di berbagai skenario ekonomi.
OJK juga meminta bank melakukan pencadangan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku guna mengantisipasi potensi kerugian kredit.
Baca Juga
- Di Balik Rencana Prabowo Guyur Kredit Murah, Risiko NPL Intai Bank Pelat Merah
- Simak Respons Bank Mandiri hingga BRI Soal Rencana Prabowo Guyur Kredit Murah
- Kredit Murah KopDes Bisa Jadi Bumerang, Core Wanti-Wanti Lonjakan Kredit Macet
Industri diharapkan tetap menerapkan prinsip 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition of economy) dalam proses penyaluran kredit agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Untuk memastikan pelaksanaan Program Kredit Rakyat tepat sasaran dan termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan, Dian memastikan bahwa OJK akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholders lainnya.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, Presiden Prabowo berencana memberikan kredit dengan bunga murah. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat kecil kerap dihadapkan pada pinjaman dengan tingkat bunga tinggi, bahkan mencapai 70% per tahun.
Untuk itu, Presiden RI ke-8 ini telah memberikan arahan kepada bank-bank milik negara agar memberikan kredit dengan bunga maksimal 5% untuk tenor 1 tahun. Kendati begitu, dia tidak mengungkapkan kapan pastinya kebijakan tersebut akan diimplementasikan.
“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5% satu tahun,” kata Prabowo, dikutip dari laman Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip pada Minggu (3/5/2026).





