Cerita PM Malaysia Anwar Ibrahim Habiskan Anggaran Rp 4,4 Triliun Perbaiki Toilet Sekolah

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur, VIVA – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim bercerita tentang keputusannya memperjuangkan perbaikan toilet sekolah demi kepentingan para pelajar di Malaysia, dengan anggaran mencapai 1 miliar ringgit (sekitar Rp4,4 triliun).

Cerita itu ia utarakan dalam sambutannya dalam Peringatan Hari Guru Nasional Malaysia yang Ke-55 Tahun 2026, di Ipoh, Perak, Malaysia, Sabtu.

Baca Juga :
Mulai 16 Juni Bakal Ada Penerbangan Langsung dari Jakarta ke Kelantan dan Sebaliknya
Kapal Angkut WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 14 Masih Hilang

"Kita menghabiskan hampir 1 miliar ringgit. Saya berpikir, mengapa negara menghabiskan 1 miliar ringgit untuk memperbaiki toilet? Karena toilet-toilet itu belum diperbaiki selama 20 tahun. Tapi Alhamdulillah, kita telah bertindak," kata Anwar Ibrahim sebagaimana teks verbatim yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu.

Anggaran 1 miliar ringgit untuk perbaikan toilet di seluruh sekolah Malaysia itu sudah dikemukakan Anwar Ibrahim pada awal tahun lalu.

Anwar mengatakan dirinya ingin para pelajar belajar tentang kebersihan, nilai-nilai yang baik termasuk pentingnya kebersihan toilet jika akan digunakan untuk mengambil air wudhu.

Berdasarkan penelusuran, Anwar Ibrahim gencar mencermati tentang kebersihan toilet, terutama di sekolah. Dalam berbagai kesempatan isu kebersihan toilet kerap menjadi perhatian Anwar Ibrahim.

Dia pun mengakui pada perayaan Hari Guru tahun lalu, dirinya juga menyinggung soal perbaikan toilet sekolah.

"Jika orang-orang menyebut saya 'Perdana Menteri Toilet', tidak apa-apa, saya tidak peduli. Tapi, bayangkan, anak-anak kita pergi ke sekolah, toiletnya tidak terawat," kata Anwar.

Cerdas Bermoral

Dalam kesempatan tersebut Anwar Ibrahim juga menekankan pentingnya sekolah dan perguruan tinggi dalam mengajarkan pendidikan akademik kepada siswa tanpa menghilangkan nilai-nilai moral.

Menurut Anwar, negara tidak aman hanya dengan kecerdasan, sebagaimana disampaikan dalam buku karangan ilmuwan terkemuka Harry Lewis berjudul "Excellence Without A Soul".

Anwar menyampaikan Harry Lewis pernah mengkritik perguruan tinggi terkemuka AS, Universitas Harvard, karena memiliki gedung yang bagus, mahasiswa yang pintar, tetapi tidak tersentuh dengan fakta kemiskinan yang nyata terjadi di luar kampus.

"Kelompok-kelompok yang disebut ghetto, terutama di kalangan orang kulit hitam. Jadi, itu tidak mempengaruhi mereka, tidak menyentuh hati nurani mereka, tidak mengetuk pintu hati mereka sebagai manusia, tidak merasakan apa yang dirasakan anak-anak dan keluarga di luar," kata Anwar.

Baca Juga :
Malaysia Mulai Tinggalkan Mobil Konvensional, Targetkan Mobil Bisa Nyetir Sendiri pada 2030
Prabowo: Dalam 2-3 Tahun, Semua Sekolah di Indonesia Akan Direnovasi
Mendikdasmen Ungkap Realisasi Revitalisasi Sekolah di 2026 Capai Rp 2,6 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DWP Sulsel Bekali Anggota Keterampilan Public Speaking untuk Perkuat Peran Sosial
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Bukan Pelit, Ini Cara Hemat Ibu Rumah Tangga yang Bikin Keuangan Stabil
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Sindikat Narkoba Gang Langgar Samarinda Dibawa ke Bareskrim, 11 Orang Ditembak di Kaki
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Selera Anak Muda Berubah, Ganja Kini Lebih Menarik dari Alkohol
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Turun Tangan Usut Kasus Kasat Narkoba Kutai Kartanegara
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.