REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Tokoh masyarakat Kalimantan Timur, Harbiansyah Hanafiah, mendesak para anggota dewan untuk berkomitmen mengawal usulan hak angket yang telah mereka setujui. Permintaan ini disampaikan di Samarinda, Minggu, sebagai respon terhadap aspirasi rakyat yang menuntut evaluasi kinerja Gubernur Kaltim berdasarkan realitas lapangan.
Harbiansyah menekankan bahwa tuntutan rakyat harus diwujudkan secara konkret dalam sidang pleno legislatif. "Para wakil rakyat sudah sepatutnya melaksanakan kehendak rakyat. Jangan sampai masalah ini menjadi catatan demokrasi yang buruk," tegasnya. Pernyataan ini muncul di tengah isu politik tentang adanya partai yang mempertimbangkan ulang dukungan terhadap hak angket.
Harbiansyah, inisiator Masyarakat Peduli Kalimantan Timur (MPKT), menyoroti bahwa gerakan tersebut lahir dari ketidakpuasan publik terhadap kebijakan gubernur yang dianggap lebih menguntungkan kepentingan politik dan bisnis kelompok tertentu. Ia mengingatkan agar pemimpin tidak bertindak sewenang-wenang, mengutip ungkapan Jawa, "Ngono yo ngono tapi ojo ngono," yang berarti "Begitu ya begitu, tetapi jangan begitu".
Sebagai tokoh berpengaruh, Harbiansyah memiliki rekam jejak di berbagai bidang seperti politik, olahraga, dan usaha. Ia pernah menjabat sebagai Anggota MPR RI Utusan Daerah Kaltim dari Fraksi Golkar dan menjadi tokoh senior Partai Golkar serta mantan Ketua DPW Partai NasDem Kaltim. Dalam olahraga, ia dikenal sebagai Ketua Pengda PSSI Kaltim dan Ketua Umum KONI Kaltim. Di dunia usaha, ia aktif sebagai mantan Ketua Umum Kadin Kaltim.