Pantau - Pulau Pahawang di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan dengan panorama laut, spot snorkeling, dan terumbu karang yang masih terjaga.
Pulau yang dihuni sekitar 400 kepala keluarga tersebut terus ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Sebelum kapal berangkat menuju Pulau Pahawang, wisatawan disuguhi atraksi anak-anak lokal yang menyelam mengambil uang koin maupun uang kertas yang dilempar wisatawan.
Anak-anak di kawasan pantai Pulau Pahawang tampak mahir menyelam tanpa alat bantu renang.
Perjalanan menuju Pulau Pahawang dimulai dari Dermaga Ketapang, Lampung dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 45 menit menggunakan perahu kayu.
Selama perjalanan, wisatawan dapat melihat atraksi ikan terbang atau torani yang melompat di permukaan laut.
“Ikan itu bisa terbang cukup jauh 5 sampai 8 meter lah,” kata Tour Leader, Ical.
Pulau Pahawang bahkan kerap disebut wisatawan sebagai Maldives-nya Lampung karena kejernihan air lautnya.
Taman Nemo Jadi Spot Snorkeling Favorit
Kondisi laut yang relatif tenang membuat kawasan Pulau Pahawang cocok untuk aktivitas snorkeling termasuk bagi wisatawan pemula.
Melalui program Maxi Tour Boemi Noesantara etape ketiga dari Yamaha Indonesia, sebanyak 28 anggota komunitas Journalist Max Community diajak menikmati wisata Pulau Pahawang.
Salah satu lokasi snorkeling favorit di kawasan tersebut adalah Taman Nemo.
Di lokasi itu, wisatawan dapat melihat langsung ikan Nemo atau ikan badut yang jinak dan mendekati manusia.
Wisatawan juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menikmati wisata Pulau Pahawang.
Tarif sewa perahu kayu berkapasitas sekitar 10 orang berkisar Rp1 juta hingga Rp1,8 juta.
Biaya tersebut umumnya sudah mencakup perlengkapan snorkeling, dokumentasi, dan makan siang.
Tersedia pula layanan speed boat dengan tarif sekitar Rp2,8 juta untuk perjalanan sehari berkapasitas lima penumpang.
“Kalau speed boat itu biasanya wisatawan tidak ke Pahawang, mereka ke Pulau Wayang. Itu agak jauh dari Pahawang, makanya mereka menggunakan speed boat,” ujar Ical.
Penginapan Lengkap dan Menara Siger Jadi Daya Tarik Tambahan
Pulau Pahawang menyediakan berbagai pilihan penginapan mulai dari homestay milik warga hingga cottage eksklusif di tepi pantai.
Tarif homestay berkisar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per malam tergantung fasilitas dan kapasitas kamar.
Sementara tarif cottage atau villa di tepi pantai mulai dari Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1,5 juta per malam.
Fasilitas listrik, air bersih, jaringan internet, AC, Wi-Fi, sarapan, hingga perlengkapan snorkeling sudah tersedia di sejumlah penginapan.
Pulau Pahawang menawarkan suasana yang tenang dan nyaman karena tidak terlalu padat penduduk.
Keramahan warga setempat juga menjadi salah satu alasan wisatawan merasa betah berada di Pulau Pahawang.
Selain Pulau Pahawang, Lampung juga memiliki destinasi wisata terkenal lainnya yaitu Menara Siger di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan.
Menara Siger setinggi 32 meter tersebut menjadi landmark khas Lampung sekaligus gerbang penyambut wisatawan dari Pulau Jawa.
Di dalam Menara Siger terdapat anjungan budaya, galeri sejarah, diorama, prasasti Kayu Aro, dan area pandang ke Selat Sunda.
“Silakan menikmati destinasi wisata yang ada. Saya berdoa semoga teman-teman pulang membawa cerita indah tentang Lampung, khususnya Lampung Selatan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan I Nyoman Setiawan.




