Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta tengah melakukan perbaikan geometri jalan rel di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 14 Jalan Bukit Duri Puteran, Jakarta Selatan. Menyusul adanya pekerjaan tersebut, para pengguna jalan diimbau untuk sementara waktu menghindari kawasan tersebut guna mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari area JPL 14 dan menggunakan jalur alternatif lain agar perjalanan masyarakat tetap lancar serta pekerjaan perbaikan dapat berjalan optimal dan tepat waktu,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 17 Mei 2026.
Baca Juga :
Pemprov DKI Pelajari Strategi Cannes Kembangkan Ekonomi Berbasis EventFranoto menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program berkala peningkatan keselamatan dan keandalan prasarana perkeretaapian. Upaya ini krusial dilakukan untuk memastikan kondisi jalur rel tetap kokoh dan optimal guna menopang operasional perjalanan kereta api.
Adapun pengerjaan teknis di lapangan meliputi penyesuaian elevasi permukaan jalan di sekitar rel, perataan kontur jalan, serta penyempurnaan konstruksi pada area perlintasan.
"Dengan adanya penyesuaian konstruksi dan elevasi jalan, diharapkan kondisi lintasan menjadi lebih aman, nyaman, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap kendaraan yang melintas,” kata Franoto.
Saat ini, kondisi perlintasan sebidang tersebut masih dalam tahap pemadatan sehingga sebagian area belum dilapisi aspal. Keberadaan material proyek di sekitar lokasi juga berpotensi memicu perlambatan arus kendaraan yang melintas.
Perlintasan kereta. Foto: Dok. Antara.
Proses pengaspalan penuh pada area perlintasan dijadwalkan baru akan dieksekusi pada Senin, 18 Mei 2026, sebagai tahap akhir atau finishing dari penyempurnaan geometri jalan rel tersebut.
KAI Daop 1 Jakarta meminta masyarakat yang tetap harus melewati jalur tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas darurat, serta mengikuti arahan dari petugas yang bersiaga di lapangan. Penggunaan rute alternatif sangat disarankan demi kenyamanan bersama dan mendukung kelancaran proyek.




