REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mohamed "Mo" Salah melontarkan kritik tajam dengan menyebut Liverpool kehilangan identitas permainan. Bagaimanapun, pemain berpaspor Mesir itu bertekad memastikan The Reds tetap lolos ke Liga Champions. Hal itu sudah menjadi komitmennya tepat sebelum melakoni laga perpisahannya bersama klub.
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim dengan permainan 'heavy metal' yang ditakuti lawan dan kembali memenangkan banyak trofi. Itulah sepak bola yang saya tahu cara memainkannya, dan itulah identitas yang harus dipulihkan serta dijaga selamanya," tegas Mo Salah melalui akun Instagram pribadinya pada Ahad (17/5/2026).
Baca Juga
Pangdam III Siliwangi Kawal Kopdes Merah Putih
Antusias Kirim Oleh-oleh dari Madinah, Jamaah Haji Serbu Layanan Pos Indonesia
Madinah Steril dari Jamaah Haji Indonesia, Petugas Haji Bergerak ke Makkah
Pada Sabtu (16/5/2026), Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa. Hasil tersebut membuat tim berjulukan The Reds ini berada dalam posisi krusial.
Tim asuhan Arne Slot itu wajib menaklukkan Brentford pada laga pamungkas Liga Inggris untuk finis lima besar atau spot terakhir Liga Champions.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pertandingan melawan Brentford pada hari ini di Anfield juga menjadi laga perpisahan Mo Salah, yang telah memutuskan hengkang usai musim ini.
Belakangan ini, Salah santer dikabarkan pernah bersitegang dengan Arne Slot dan jajaran petinggi Liverpool.
Melalui unggahan di media sosial pascalaga melawan Aston Villa, pemain berusia 33 tahun itu kembali mempertanyakan pendekatan yang diterapkan sang pelatih.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)