Tak Sanggup Menahan, Harga BBM di Negara Ini Naik Gila-Gilaan

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kendaraan mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, seiring meningkatnya kekhawatiran atas pasokan bahan bakar di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Dhaka, Bangladesh, Senin (6/4/2026). (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan minyak milik negara di India resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Kebijakan tersebut diambil guna menutup sebagian kerugian akibat lonjakan harga minyak mentah global.

Adapun, kenaikan harga BBM di India tercatat mencapai lebih dari 3%. Di ibu kota New Delhi, harga solar naik dari 87,67 rupee per liter menjadi 90,67 rupee per liter. Sementara itu, harga bensin meningkat dari 94,77 rupee per liter menjadi 97,77 rupee per liter.

India, yang merupakan salah satu importir dan konsumen minyak terbesar di dunia, ikut terdampak lonjakan harga energi global setelah terganggunya jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Gangguan di jalur pelayaran strategis tersebut mendorong pemerintah dan perusahaan energi India menaikkan harga BBM domestik.


Baca: AS Sukses Tekan Kuba, BBM Kosong-Listrik Padam 22 Jam Sehari

Perusahaan minyak milik negara India, yakni Indian Oil Corp, Hindustan Petroleum Corp, dan Bharat Petroleum Corp yang secara kolektif menguasai lebih dari 90% dari sekitar 103.000 SPBU di India, diketahui kompak menaikkan harga bensin dan solar secara bersamaan.

"Kenaikan harga ini belum cukup, bisa menjadi awal dari beberapa kenaikan bertahap," kata Kepala Ekonom di Emkay Global Financial Services, Madhavi Arora dikutip dari Detik.com Minggu (17/5/2026).

Untuk menekan konsumsi BBM dan mengendalikan tagihan impor minyak, pemerintah meluncurkan langkah-langkah penghematan. Mulai dari kebijakan bekerja dari rumah hingga pembatasan perjalanan.

Beberapa negara bagian telah mengeluarkan pemberitahuan kepada departemen pemerintah untuk membatasi perjalanan, menghindari acara fisik dan mengalihkan pertemuan ke daring, serta meminta untuk bekerja dari rumah selama dua hari dalam seminggu.

India kemungkinan akan memperluas langkah-langkah tersebut yang mencakup jutaan karyawan di seluruh pemerintah federal, bank milik negara, serta perusahaan sektor publik. Hal itu menandakan pengetatan pengeluaran seiring meningkatnya risiko keuangan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perang, Produsen Truk Waspada Gangguan Rantai Pasok Suku Cadang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan sebut RI kian diperhitungkan usai ekspor pupuk ke Australia
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Musyrif Diny Tekankan Pentingnya Fisik dan Psikis saat Armuzna  
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump Klaim AS Bisa Hancurkan Infrastruktur Iran dalam Dua Hari
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Profil Timnas Haiti: Pernah Tampil di Piala Dunia 1974, Siap Jadi Penantang dari Concacaf Tahun INI
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, 17 Mei 2026: Makassar Hujan Ringan, Wilayah Utara dan Timur Waspada Petir Disertai Angin Kencang
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.