Waspada Aplikasi Mata-Mata Palsu, 7,3 Juta Orang Jadi Korban

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: infografis/10 Aplikasi Terpopuler banyak diunduh via android/Aristya Rahadian krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti keamanan siber dari ESET menemukan 28 aplikasi di Google Play yang menjanjikan akses ke log panggilan, riwayat SMS, dan riwayat panggilan WhatsApp orang lain. Tidak tanggung-tanggung, puluhan aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 7,3 juta kali.

Peneliti ESET mengungkap informasi rinci tentang penipuan tersebut dalam laporan WeLiveSecurity, di mana mereka secara kolektif menyebut aplikasi-aplikasi nakal tersebut dengan nama 'CallPhantom'.

Penampilan aplikasi-aplikasi penipu itu berbeda, tapi memiliki trik yang sama. Aplikasi-aplikasi nakal itu akan meminta pengguna memasukkan nomor telepon orang yang ingin dimata-matai, lalu pengguna disuruh membayar untuk mengakses data komunikasi orang yang diincar.


Baca: Sering Terganggu Iklan di HP Android? Ini Cara Matikannya

Namun, setelah pengguna membayar, aplikasi nakal itu malah memberikan data palsu. Peneliti ESET menemukan beberapa aplikasi membuat nomor telepon acak dan memasangkannya dengan nama dan informasi panggilan yang sudah ada dalam kode.

Mengutip DetikInet, dikatakan bahwa beberapa aplikasi lainnya meminta pengguna memasukkan alamat email di mana data riwayat yang sudah dikumpulkan akan dikirimkan. Meski begitu, ESET mengatakan aplikasi tersebut tidak meminta izin yang mengganggu atau benar-benar mampu mengakses data yang diminta.

Walaupun tidak sepenuhnya berbahaya, pengguna yang terlanjur membayar tentu akan kehilangan uangnya dan tidak mendapatkan fitur yang dijanjikan. Sistem pembayaran aplikasi-aplikasi ini juga membingungkan.

Beberapa aplikasi menggunakan sistem pembayaran resmi Google Play sehingga korban bisa mengajukan pengembalian dana. Namun, ESET mengatakan beberapa aplikasi mengarahkan pengguna ke aplikasi pembayaran pihak ketiga atau formulir kartu kredit di dalam aplikasi.

Dalam satu kasus, ketika pengguna mencoba keluar dari aplikasi, aplikasi tersebut menampilkan peringatan menyesatkan dengan tampilan seperti email baru yang mengklaim hasil riwayat panggilan telah tiba, tapi kemudian mengarahkan pengguna ke layar berlangganan, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (17/5/2026).

ESET telah melaporkan 28 aplikasi nakal tersebut ke Google pada 16 Desember lalu. Saat ini puluhan aplikasi tersebut sudah dihapus dari Google Play Store.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: CEO Nvidia Ikut Lawatan Trump ke China Bahas Bisnis & Chip AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Ungkap Inovasi Polri Manfaatkan dan Tingkatkan Produksi Pertanian
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Melihat Keamanan Berkendara Jetour T2, Struktur Body-nya Spesial!
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Xiaomi Batalkan Ponsel Tipis Rival iPhone Air karena Dinilai Kurangi Pengalaman Pengguna
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Usai Resmikan Museum, Prabowo Berziarah ke Makam Marsinah
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Sengit! Wakil Indonesia ke Kejuaraan Basket Asia Pasifik Ditentukan Besok di MS Sport Arena BSD
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.