Kisah Ratna Mangasengi Membangun Genhara Food & Drink

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

Ratna Mangasengi memulai usaha dari dapur rumahan di Makassar dengan resep bakmi ayam warisan keluarga. Kini usahanya berkembang menjadi Genhara Food & Drink yang bergerak di produk makanan ringan.

Edward AS
Kecamatan Tallo

Maret 2020 menjadi bulan yang sulit bagi banyak orang. Jalanan mulai lengang, toko-toko perlahan menutup pintu lebih cepat, dan kabar tentang pandemi Covid-19 memenuhi ruang-ruang percakapan.

Namun, di tengah ketidakpastian itu, seorang perempuan bernama Ratna Mangasengi justru memulai langkah baru. Dari dapur sederhana dan semangat bertahan hidup, lahirlah Genhara Food & Drink.

“Waktu itu situasi sedang tidak menentu. Tapi saya berpikir, harus tetap bergerak,” tutur Ratna saat ditemui di Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu, 17 Mei 2026.

Usaha itu mula-mula berangkat dari bisnis bakmi ayam. Resepnya bukan resep biasa. Racikan bumbu dan cita rasanya merupakan warisan turun-temurun keluarga yang sudah lama dikenal di lingkungan terdekatnya.

Bakmi dengan rasa khas rumahan itu kemudian menjadi titik awal perjalanan Genhara Food & Drink. Namun perjalanan usaha tidak selalu berjalan lurus.

Seiring waktu, Ratna mulai melihat peluang baru. Ia menyadari bahwa pasar makanan ringan terus tumbuh dan memiliki daya tarik yang luas. Dari situlah Genhara berkembang.

Tidak lagi hanya dikenal lewat bakmi ayam, Genhara mulai menghadirkan berbagai produk makanan ringan, termasuk kerupuk bawang yang kini menjadi salah satu produk andalan.

Kerupuk bawang buatan Genhara memiliki rasa gurih khas rumahan dengan tekstur renyah yang membuat pelanggan kembali membeli. Ratna mengaku, kualitas rasa menjadi hal yang paling dijaga.

“Kami ingin orang merasakan bahwa produk ini dibuat dengan niat dan kualitas yang baik,” katanya.

Dalam proses produksinya, Genhara Food & Drink beroperasi dari tempat usaha rumahan yang berlokasi di Jalan Petta Ponggawa No 4, Makassar. Tempat tersebut menjadi pusat produksi sekaligus awal berkembangnya usaha tersebut.

Perjalanan Genhara semakin berkembang ketika pada tahun 2023 Ratna bergabung dengan Rumah BUMN BRI Makassar. Kesempatan itu menjadi titik penting yang membuka wawasan baru dalam menjalankan usaha.

Di sana, ia tidak hanya bertemu dengan sesama pelaku UMKM, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan akses pengembangan usaha.

Ratna kemudian mengikuti program inkubator lokal yang membantunya memahami banyak hal, mulai dari strategi pemasaran hingga penguatan identitas merek.

“Kami belajar bagaimana membangun brand supaya lebih dikenal dan dipercaya konsumen,” ujarnya.

Pendampingan itu memberi dampak besar bagi Genhara Food & Drink. Usaha yang sebelumnya berjalan secara sederhana mulai memiliki arah pengembangan yang lebih jelas.

Puncaknya terjadi ketika Genhara masuk dalam program nasional rebranding. Program tersebut membantu memperkuat tampilan usaha, mulai dari identitas visual hingga desain kemasan produk.

Pada tahun 2025, perubahan besar mulai terlihat. Desain produk Genhara tampil lebih modern tanpa meninggalkan identitas lokal yang selama ini menjadi kekuatannya. Kemasan yang lebih menarik membuat produk semakin percaya diri bersaing di pasar yang lebih luas.

Bagi Ratna, rebranding bukan sekadar mengganti tampilan.

“Ini tentang bagaimana usaha kecil punya nilai dan bisa naik kelas,” katanya.

Kerja keras Ratna juga membawanya meraih pengakuan lebih luas. Pada tahun 2024, ia terpilih sebagai bagian dari program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB).

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa usaha yang lahir dari masa sulit dapat tumbuh menjadi inspirasi. Kini, Genhara Food & Drink tidak hanya menjual makanan.

Di balik setiap kerupuk bawang dan semangkuk bakmi, tersimpan cerita tentang ketekunan, keberanian memulai di tengah krisis, dan keyakinan untuk terus berkembang. Ratna percaya, usaha kecil akan selalu memiliki peluang selama dijalankan dengan konsisten.

“Yang penting jangan berhenti belajar dan jangan takut memulai,” tuturnya.

Koordinator Rumah BUMN BRI Makassar, Muh Asluddin mengatakan, setiap pelaku UMKM pada dasarnya memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan naik kelas. Kuncinya, yakni selama memiliki kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan konsisten dalam menjalankan usaha.

“Tantangan terbesar UMKM bukan hanya pada keterbatasan modal atau akses pasar, tetapi pada kemampuan untuk menjaga semangat dan membuka diri terhadap perubahan zaman, terutama dalam hal digitalisasi, branding, dan pengelolaan usaha yang lebih profesional,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Rumah BUMN BRI Makassar tidak semata-mata berfokus pada aspek teknis seperti produksi atau pemasaran, tetapi juga pada pembentukan pola pikir wirausaha yang tangguh. Hal ini penting agar pelaku UMKM tidak mudah menyerah ketika menghadapi fluktuasi pasar atau perubahan tren konsumen.

Pihaknya selalu mendorong para pelaku UMKM untuk tidak berhenti di zona nyaman. Dunia usaha terus bergerak, dan mereka harus ikut bergerak. Kuncinya ada pada kemauan untuk belajar hal baru, memperbaiki kualitas produk, memperkuat identitas merek, serta berani mengambil langkah perubahan.

“Kalau itu dilakukan secara konsisten, saya yakin UMKM bisa naik kelas dan bersaing lebih luas, bahkan sampai ke pasar nasional,” ujarnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ronaldo Menghilang saat Pengalungan Medali AFC Champions League Two 2026
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
Manchester City juara Piala FA setelah taklukkan Chelsea 1-0
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Berpeluang Bangkit di Tengah Potensi Rotasi Saham Blue Chip
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Pemimpin Hamas Diklaim Tewas, Ini 5 Calon Pengganti Izz al-Din al-Haddad
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.