Keluarga Pratu FAA (23) yang tewas ditembak saat berada di tempat hiburan malam di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, menuntut transparansi penuh dalam penyelidikan kasus ini.
Faradita (19), adik kandung korban, mengaku keluarganya sangat terpukul setelah mengetahui kematian sang kakak diduga akibat ditembak oleh sesama anggota TNI.
"Setelah tahu ternyata kakak ditembak sesama anggota TNI, keluarga benar-benar terpukul," ujarnya, dikutip Minggu (17/5).
Keluarga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka tanpa ada yang ditutupi, demi memastikan keadilan bagi korban.
"Kami minta kasus ini jangan ditutupi. Harus transparan karena ini menyangkut nyawa orang. Kakak saya meninggal karena ditembak, jadi pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya," ungkapnya.
Sebagai informasi, Pratu FAA tewas ditembak pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 02.40 WIB setelah terjadi kesalahpahaman akibat senggolan saat berjoget di sebuah tempat hiburan malam.
Baca Juga: Joget Berujung Maut, Prajurit TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan Sendiri
Baca Juga: Kodam Cenderawasih TNI soal Pemutaran Film Pesta Babi, 'Harus Kantongi Sertifikat Lulus Sensor Dulu dari LSF'
Perselisihan itu berujung perkelahian fisik, di mana pelaku, Serda RN, diduga sempat dikeroyok korban bersama teman-temannya.
Merasa terancam, Serda RN kemudian mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. Peluru mengenai perut sebelah kanan Pratu FAA. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Permata Palembang, namun nyawanya tidak tertolong.





