REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi mengimbau seluruh umat Islam di Kerajaan Arab Saudi untuk mengamati hilal (bulan sabit) Dzulhijjah pada Ahad malam (17/5/2026).
Mahkamah meminta siapa pun yang melihat bulan sabit, baik dengan mata telanjang maupun teropong, untuk melaporkannya ke pengadilan terdekat guna mendaftarkan kesaksian atau menghubungi pusat resmi terdekat untuk mendapatkan bantuan.
Baca Juga
Sebelum Pulang, Delegasi AS Buang Semua Barang Pemberian dari China, Ada Pin Hingga HP
Bolehkah Muslimah Menyembelih Hewan Kurban?
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar Hari Ini, Kemenag Gunakan Hisab dan Rukyat
Sementara itu, Mufti Agung Arab Saudi, Syekh Saleh Al-Fawzan, mendesak umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan, seperti sholat, sedekah, puasa, dan dzikir kepada Allah, selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang penuh berkah. Ia menegaskan bahwa amal perbuatan di awal bulan Dzulhijjah sangat dicintai Allah.
Al-Fawzan menyoroti keutamaan besar puasa Arafah bagi non-jamaah haji, yang dapat menghapus dosa selama dua tahun, dikutip dari laman Arab News, Ahad (17/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Beliau juga mengingatkan mereka yang melaksanakan qurban udhiyah untuk tidak memotong rambut, kuku, atau kulit sejak awal bulan hingga qurban selesai dilaksanakan.
Untuk diketahui, setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Idul Adha. Kata Idul Adha berasal dari kata 'id' dan 'adha'. 'Id' berakar dari kata 'aada ya'uudu' yang memiliki arti dasar “menengok”, “menjenguk”, atau “kembali”.