Pantau - Perusahaan teknologi Waymo menarik kembali hampir 3.800 robotaxi atau taksi robot di Amerika Serikat setelah ditemukan kendala sistem dalam memahami kondisi banjir di jalan raya.
Salah satu robotaxi Waymo bahkan sempat tersapu banjir sehingga perusahaan memutuskan melakukan penarikan armada untuk perbaikan perangkat lunak.
Laporan Carscoops pada Kamis 15 Mei menyebut situasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan sistem kemudi otomatis terkadang terpisah dari pengembangan perangkat keras kendaraan.
Waymo yang berada di bawah naungan Alphabet mengonfirmasi adanya kondisi menyimpang pada salah satu armada robotaxi mereka.
Pada 20 April 2026, perusahaan menemukan robotaxi kosong dari armadanya melaju ke jalan yang tergenang banjir di San Antonio, Texas, lalu tersapu ke sungai.
Menurut Waymo, kendaraan sebenarnya telah mendeteksi adanya banjir, namun perjalanan tetap dilanjutkan dengan kecepatan rendah.
Hampir 4.000 Kendaraan Terdampak PenarikanDalam pemberitahuan penarikan armada yang diajukan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat, Waymo mengonfirmasi kendaraan terdampak menggunakan sistem pengemudi otomatis generasi kelima dan keenam.
Penarikan mencakup 3.971 kendaraan Waymo yang diproduksi antara 17 Maret 2022 hingga 20 April 2026.
Waymo menyatakan setelah insiden 20 April, perusahaan menerapkan pembatasan operasional tambahan di lokasi yang memiliki risiko tinggi jalan berkecepatan tinggi tergenang banjir.
Pembatasan tersebut disebut hanya sebagai solusi sementara sementara perbaikan permanen masih dalam tahap pengembangan.
Layanan taksi robot Waymo di San Antonio, Texas, tetap ditangguhkan hingga perbaikan perangkat lunak selesai dilakukan.
Ekspansi Waymo ke London Sempat Diwarnai InsidenInsiden penarikan robotaxi terjadi pada waktu yang kurang tepat bagi Waymo karena pada Januari 2026 perusahaan mengumumkan rencana ekspansi operasi ke London, Inggris.
Bulan lalu, uji coba kendaraan Waymo dimulai di London dan berlangsung kurang mulus setelah salah satu robotaxi terlihat menerobos barisan polisi saat penyelidikan kasus penusukan ganda.
Setelah diselidiki, kendaraan tersebut ternyata sedang dikendalikan operator manusia dan sejak itu telah diskors oleh Waymo.




