FAJAR, MAROS — Tiga bocah ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas tambang galian C di Lingkungan Tamarampu, Kelurahan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (16/5/2026).
Ketiga korban tenggelam di dua lokasi berbeda yang berjarak sekitar satu kilometer. Dua korban merupakan kakak beradik berusia tujuh dan empat tahun, sementara satu korban lainnya juga berusia tujuh tahun.
Peristiwa pertama terjadi saat kakak beradik tersebut diduga mencari kerang di lokasi bekas tambang yang kini beralih fungsi menjadi tambak ikan. Berdasarkan keterangan warga, sang adik lebih dahulu tenggelam, lalu kakaknya mencoba menolong namun ikut tenggelam.
Sementara itu, korban lainnya dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di kolam bekas galian berbeda.
Warga bersama aparat setempat langsung melakukan pencarian. Dua korban yang merupakan saudara kandung ditemukan lebih dahulu sekitar pukul 11.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan satu korban lainnya ditemukan sekitar pukul 13.00 Wita di lokasi berbeda.
Lurah Bontoa, M Jasir, membenarkan adanya tiga korban tenggelam di wilayahnya.
“Jadi ada tiga orang korban tenggelam, tetapi di dua lokasi berbeda dan masih dalam satu kelurahan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, informasi awal diterima sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 Wita.
“Informasi yang saya dapat, kakak beradik itu sedang mencari kerang. Memang mereka sering ke lokasi tersebut,” katanya.
Sementara korban lainnya diduga tenggelam di kolam bekas galian dengan kedalaman sekitar dua meter saat mandi bersama teman-temannya.
“Korban diduga tenggelam saat mandi-mandi bersama teman-temannya,” jelas Jasir.
Ketua RT 06 Griya Maros Indah, Juma’ Rani, mengatakan warga awalnya mengira seluruh korban tenggelam di lokasi yang sama. Namun setelah pencarian dilakukan, diketahui kejadian terjadi di dua kolam berbeda.
“Awalnya ada anak-anak berteriak meminta tolong karena temannya tenggelam saat mencari kerang. Menurut keterangan teman-temannya, sang adik tenggelam terlebih dahulu lalu kakaknya mencoba menolong tetapi ikut tenggelam,” ujarnya.
“Di kolam sebelah juga ada anak berenang dan satu orang tenggelam. Kami sempat mengira satu lokasi, ternyata berbeda kolam,” tambahnya.
Seluruh korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang. Setelah dievakuasi, jenazah para korban langsung dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan. (rin)





