EtIndonesia. Baru-baru ini, Desa Langliao di Kota Danzhu, Kabupaten Pingnan, Guangxi, Tiongkok muncul puluhan lubang amblas besar. Lubang terbesar mencapai luas dua hingga tiga ratus meter persegi, menyebabkan rumah warga rusak dan tembok roboh. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan besar-besaran di daerah tersebut.
Video yang diunggah warga setempat menunjukkan banyak lubang besar muncul di berbagai lokasi desa. Beberapa tembok rumah roboh, sebagian bangunan mengalami retakan besar, sementara lahan pertanian dan kolam ikan mengalami ambles parah hingga membentuk lubang raksasa yang sangat berbahaya.
Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Desa Langliao dan daerah sekitarnya terus mengalami amblesan tanah dan kemunculan lubang besar sehingga memicu perhatian publik. Pada 15 Mei, seorang warga mengatakan bahwa banyak rumah terdampak, termasuk tembok rumah yang roboh.
Seorang aparat desa mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, puluhan titik amblesan dan lubang besar terus muncul di desa tersebut. Lubang terbesar berada di sebuah kolam ikan dengan luas dua hingga tiga ratus meter persegi; seluruh dasar kolam ambles bersama lumpurnya. Lubang terdalam mencapai sekitar 20 meter.
Ia menjelaskan bahwa di daerah itu terdapat tambang batu, sementara air tanah dan sumur warga telah dipompa hingga kering. Kondisi struktur tanah seperti itu sangat mudah menyebabkan amblesan.
Seorang warga menulis keluhan di media sosial bahwa tambang batu setempat melakukan banyak pelanggaran serius, termasuk penambangan melebihi kedalaman izin hingga lebih dari 200 meter, jauh melampaui batas yang diizinkan. Area penambangan juga terus diperluas hingga mendekati batas desa.
Warga juga menuduh perusahaan tambang melakukan peledakan berlebihan dengan penggunaan bahan peledak dalam jumlah besar sehingga getarannya sangat kuat dan rumah-rumah warga sering terasa bergetar. Selain itu, demi mempermudah penambangan, perusahaan disebut terus-menerus memompa air tanah dalam jumlah besar sehingga permukaan air tanah turun drastis.
Warga tersebut mengatakan situasinya sangat berbahaya dan mendesak pihak berwenang segera menangani masalah itu.
Di bawah tekanan opini publik, pada 15 Mei pemerintah Kabupaten Pingnan, Kota Guigang, merilis pernyataan resmi yang mengatakan bahwa amblesan tanah yang terjadi di Desa Langliao belakangan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Pemerintah juga mengaku sedang melakukan penyelidikan penyebab kejadian serta pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Namun, pernyataan resmi tersebut justru memicu kemarahan warga. Banyak komentar bermunculan:
- “Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan tidak pernah diselesaikan.”
- “Ada kolusi antara pejabat dan pengusaha; mereka disuap.”
- “Air tanah sudah dipompa habis, dan tambang menggali terlalu dalam.”
- “Rumah baru saya sekarang penuh retakan pada ubinnya.”
Warga lain mengatakan:
- “Orang-orang yang tinggal di sini sudah tidak punya rasa aman.”
- “Tanah ini sudah rusak; tinggal di rumah sendiri pun jadi khawatir.”
- “Lahan pertanian dan sawah warga hancur begitu saja.”
- “Para petani sangat kasihan.”
- “Di daerah Danzhu yang lubangnya puluhan meter itu, kemungkinan besar kejadian seperti ini masih akan terus muncul di sekitarnya.”
Sumber : NTDTV.com





