Ada beberapa pilihan alat kontrasepsi yang bisa jadi pertimbangan ibu, salah satunya adalah IUD. Meski begitu, banyak ibu yang merasa khawatir dengan cara pemasangannya.
Banyak yang percaya, memasang KB IUD saat sedang haid lebih minim rasa sakit. Katanya, hal itu disebabkan karena mulut rahim (serviks) sedang terbuka secara alami dan dinding rahim lebih lunak.
Apakah benar, sebaiknya pemasangan IUD dilakukan saat sedang haid?
Penjelasan Dokter soal Waktu yang Tepat untuk Pasang IUDDokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, menjelaskan bahwa pemasangan KB IUD sebenarnya tidak harus dilakukan saat haid. Namun, waktu tersebut sering direkomendasikan karena dapat membantu memastikan pasien tidak sedang dalam kondisi hamil.
“Karena dalam kondisi sudah pasti tidak lagi dalam kondisi hamil. Nah, sedangkan kalau misalnya belum atau baru mau haid, bisa saja dalam kondisi sudah menuju proses kehamilan,” ucap dr. Andrew kepada kumparanMOM, beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, pemasangan IUD lebih sering dianjurkan saat menstruasi atau setelah haid selesai.
Menurut dr. Andrew, rasa nyeri saat pemasangan IUD tidak dipengaruhi oleh waktu pemasangan, Moms. Rasa tidak nyaman justru lebih dipengaruhi oleh kondisi pasien saat menjalani prosedur.
Pasien yang tegang biasanya akan lebih sensitif terhadap rasa nyeri dibanding pasien yang rileks saat pemasangan berlangsung. Selain itu, alat bantu medis yang dikenal masyarakat sebagai “cocor bebek” juga menjadi bagian yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman.
“Jadi yang bikin sakit itu sebenarnya adalah saat pemasangan cocor bebek, bukan IUD-nya.” ujar dr. Andrew.
Sehingga, penting bagi ibu untuk tetap tenang dan memilih tenaga kesehatan yang berpengalaman agar proses pemasangan IUD dapat berjalan lebih nyaman.





