Pemprov: Perayaan Hari Tatar Sunda bukan usaha ganti nama Jabar

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah, bukan usaha dalam mengganti nama Jawa Barat seperti yang beredar di media sosial.

Kepala Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Mas Adi Komar yang ditemui di Bandung, Minggu, mengatakan perayaan yang diberi nama Milangkala (HUT) Tatar Sunda, murni untuk mengangkat sejarah, budaya, dan identitas kesundaan yang berkembang sejak masa kerajaan Sunda.

Baca juga: Pemprov Jabar tetapkan 18 Mei Jadi Hari Tatar Sunda

Adi memastikan nama Provinsi Jawa Barat tetap sah dan tidak berubah, karena sudah diatur dalam undang-undang, dan istilah Tatar Sunda yang digunakan dalam kegiatan tersebut lebih menitikberatkan pada aspek historis dan budaya masyarakat Sunda, bukan persoalan administrasi pemerintahan.

"Tidak ada yang mengarah ke sana. Saya pikir kalau nama Provinsi Jawa Barat masih ada dalam undang-undang ya. Untuk saat ini kan kita di Milangkala Tatar Sunda ini unsur budaya dan teritorial historis ya, tentang kerajaan Sunda dan lain-lain. Jadi, tidak berkaitan dengan wilayah administratif," kata Adi.

Menurut Adi, Hari dan Milangkala Tatar Sunda dibuat untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah dan warisan budaya Sunda yang tumbuh di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.

Adi menyebut penetapan Hari dan Milangkala Tatar Sunda sudah melalui kajian historis akademis sebelum akhirnya ditetapkan melalui keputusan gubernur.

Baca juga: Gubernur Jabar beri kado alun-alun di Hari Jadi ke-73 Kabupaten Bekasi

Baca juga: Kirab budaya hari jadi ke-80 Jawa Barat hadirkan unsur kerajaan Sunda

"Di awal, ada kajian secara akademis oleh akademisi. Milangkala Tatar Sunda ini disampaikan mengangkat historis kesundaan, dan sudah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur juga, untuk penetapannya pada 18 Mei," ucapnya.

Sementara itu, peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat, kata Adi, tetap berlangsung seperti biasa setiap 19 Agustus sesuai aturan dan udang-undang yang berlaku saat ini.

"Tetap ada ketentuan yang mengaturnya. Jadi, tetap bisa dikatakan tanggal 19 Agustus, kita mungkin nanti menunggu kajian lebih lanjut untuk tahun depan," tutur Adi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Metro Jaya Dijabat Komjen, Pengamat: Kenaikan Status Sudah Wajar
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Nusraya Fertility Center, Klinik Bayi Tabung dengan Teknologi AI Pertama di KTI
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Pj Sekda Jember Bangga Kehadiran Karnaval SCTV
• 20 jam lalueranasional.com
thumb
Film Semua Akan Baik-Baik Saja Tembus 400 Ribu Penonton dalam Empat Hari, Baim Wong Buktikan Ini
• 6 menit laluintipseleb.com
thumb
Soroti Pentingnya Keadilan, Dedi Mulyadi: Rencana Saya Pajak Tambang Harus 70 Persen Kembali ke Desa
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.