Prabowo ke Para Pengusaha: Seluruh Rakyat Indonesia Pemegang Saham dalam Kekayaan Bangsa

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

NGANJUK, DISWAY.ID -- Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pengusaha untuk menjadi bagian dari "Indonesia Incorporated" yang berpijak pada semangat kekeluargaan dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila dan UUD 1945. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Bukan kali pertama Prabowo memperkenalkan konsep ini. Menurutnya, Indonesia Incorporated merupakan strategi kolektif untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat, mandiri, dan mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Minta Penegak Hukum Muhasabah: Jangan Jadi Bekingan Narkoba Maupun Judi

Konsep tersebut berakar pada prinsip negara kekeluargaan, di mana seluruh elemen bangsa memikul tanggung jawab bersama untuk memastikan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

"Kepada para pengusaha ayo bersama-sama menjadi Indonesia Incorporated. Indonesia Incorporated sebetulnya, artinya negara kekeluargaan. Jadi seluruh bangsa ini satu korporasi, artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia, berhak atas kekayaan tersebut," jelas Prabowo.

Dari situ, Prabowo menegaskan bahwa setiap pemimpin di berbagai lapisan wajib menggunakan kekuasaannya untuk memperjuangkan hak rakyat, bukan sebaliknya berkolusi merampas hak masyarakat atas kekayaan bangsa.

"Semua pemimpin bertanggung jawab di setiap lapisan untuk memperjuangkan ini dengan semua kekuatan dan keberanian yang ada. Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia," lanjutnya.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan Museum Marsinah: Simbol Keberanian Perjuangan Hak Buruh dan Perempuan

Prabowo juga meluruskan bahwa dirinya tidak menolak mekanisme pasar bebas. Namun ia menegaskan, negara tetap harus hadir melindungi rakyat kecil agar tidak kalah bersaing dengan kelompok bermodal besar.

"Pemerintah harus bersikap, pemerintah harus intervensi, pemerintah harus membela rakyat yang paling miskin. Kalau bahasa asingnya itu affirmative action," pungkasnya.

Pernyataan-pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan hadirin dalam peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah, yang berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang.

Di dalamnya terpajang sejumlah koleksi pribadi Marsinah, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh. Koleksi-koleksi itu menceritakan perjalanan hidupnya dari masa kecil di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seusai Pertemuan Trump–Xi, Beijing Besar-besarkan Isu Taiwan, Analis Kritis Ungkap Hanya Demi Tutupi Kecemasan Kekuasaan 
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Sudirman Said Doakan JK Sehat
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kirab Mahkota Binokasih Berlangsung Meriah, Dedi Mulyadi Naik Kuda Putih
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Ingat! CFD Rasuna Said Ditiadakan Hari Ini, Bakal Digelar Lagi Juni 2026
• 12 jam lalukompas.com
thumb
BRIN dan DPR Dorong Penguatan Jurnalisme Sains di NTB untuk Tangkal Disinformasi AI
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.