Firdaus Cahyadi Program Officer Natural Resources and Climate Justice Yayasan Tifa menilai, Indonesia sudah merasakan dampak krisis energi global, layaknya negara-negara lain di dunia setelah perang Timur Tengah mencuat pada 28 Februari 2026.
Ia menyebut, pemerintah Indonesia hanya menampik dampak krisis energi, tapi kenyataannya sudah terlihat di masyarakat.
“Kalau pemerintah bilang masih aman, itu sebenarnya perlu kita pertanyakan. Pertama karena faktanya BBM-nya sudah naik, meskipun yang subsidi belum naik,” ungkap Firdaus kepada suarasurabaya.net, Minggu (17/5/2026).
Ia juga menyinggung pernyataan Prabowo Subianto Presiden RI soal lawatan ke luar negerinya yang diklaim untuk mengamankan pasokan energi di Indonesia, di tengah krisis energi global dan perang Timur Tengah.
“Indikasi bahwa sebenarnya kita sudah mengalami krisis APBN, itu adalah statement Prabowo sendiri yang dia mengatakan bahwa ke luar negeri itu untuk negosiasi minyak,” katanya.
Firdaus juga menyayangkan pemerintah yang masih saja mengandalkan impor bahan bakar fosil. Yang mana, pemerintah diprediksikan hanya mampu menahan krisis energi sampai sekitar Juni 2026. Hal ini dikarenakan APBN kemungkinan tidak bisa lagi menanggung beban yang lebih berat.
“Saya lihat yang ditekan kan Pertamina supaya mereka mempertahankan harganya. Jadi Petamina menaikkan harga BBM yang lain, tapi mempertahankan subsidi. Kita tidak tahu sejauh mana kekuatan Pertamina kemudian mempertahankan harga itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman, dan bahkan telah melampaui standar minimal cadangan nasional.
Menurut Bahlil, kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini masih terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari. Namun demikian, cadangan BBM nasional saat ini tetap berada dalam kisaran aman.
Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden pada 8 April lalu menegaskan lawatannya ke luar negeri untuk mengamankan pasokan minyak mentah. Misalnya kunjungan ke Jepang, Indonesia berhasil mengamankan stok minyak dari negara tersebut.
“Dibilang Prabowo seneng jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-suadara, untuk amankan minyak gue harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat,” kata Prabowo kala itu.
Meski demikian, kurang dari sebulan terakhir, harga BBM nonsubsidi sudah naik dua kali. Hal ini terjadi seiring kenaikan harga minyak dunia imbas perang antara Iran, Amerika dan Isrel.
Berikut harga BBM nonsubsidi di Jabodetabek dan Pulau Jawa pada SPBU Pertamina:
- Pertamax Turbo (Ron 98) seharga Rp19.900/liter
- Dexlite seharga Rp26.000/liter
- Pertamina Dex seharga Rp27.900/liter
- Pertamax Green 95 seharga Rp12.900/liter
- Pertamax (Ron 92) seharga Rp12.300/liter. (lea/bil/iss)




