REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Purwokerto menggelar Seminar Wajib Entrepreneur pada Senin (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 Program Studi Teknologi Komputer sebagai bagian dari upaya kampus dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Mengusung tema 'Becoming an Excellent and Impactful Creative Young Entrepreneur', seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Puji selaku Ketua ASPIKMAS sekaligus owner Kaos Ngapak. Dia berbagi pengalaman membangun usaha dari nol hingga mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis.
Dalam pemaparannya, Puji tidak hanya menceritakan perjalanan bisnisnya, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang tantangan serta peluang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa. Ia menekankan keberhasilan dalam berwirausaha tidak datang secara instan, melainkan melalui proses belajar yang panjang, konsistensi, serta keberanian untuk mengambil langkah pertama meskipun dengan keterbatasan.
Puji juga mengajak mahasiswa untuk mengubah cara pandang terhadap kegagalan. Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian penting dari proses pembelajaran dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Banyak orang menunggu waktu yang tepat, padahal waktu terbaik adalah sekarang. Mulai saja dulu dari yang kecil, karena dari situlah kita belajar dan berkembang. Kunci sukses itu konsisten dan berani mencoba,” ujarnya dalam keterangan rilis Ahad (17/5/2026).
Ketua BSI Entrepreneur Center (BEC) Kampus Purwokerto, Joko Dwi M menegaskan seminar ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat di lingkungan mahasiswa. Ia menjelaskan mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori di dalam kelas, tetapi juga perlu mendapatkan wawasan praktis dan pengalaman langsung dari pelaku industri.
Ia menambahkan melalui kegiatan seperti ini, kampus ingin mendorong mahasiswa agar lebih berani mencoba, mengembangkan ide, serta mampu melihat peluang di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Mahasiswa perlu dibekali bukan hanya teori, tetapi juga pengalaman dan wawasan praktis. Kami ingin mereka berani mencoba, berani gagal, dan terus berkembang hingga mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” kata dia.
Suasana seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Banyak mahasiswa mulai menyadari bahwa peluang bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar, melainkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan melihat peluang dari hal sederhana.
Melalui kegiatan ini, UBSI Kampus Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan berjiwa entrepreneur. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, langkah memulai bisnis sejak kuliah menjadi strategi cerdas untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan sekaligus peluang.




