Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat memasuki babak baru. SMAN 1 Pontianak resmi menyatakan tidak akan mengikuti final ulang yang sebelumnya diwacanakan digelar kembali.
Menanggapi keputusan tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan pihaknya menghormati sikap sekolah tersebut.
“Surat resmi dari SMAN 1 Pontianak sudah kami diterima dan kami menghormati sikap tersebut. Dialog sudah kami lakukan dengan pihak SMAN 1 secara terbuka dan penuh kekeluargaan ketika Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak bersilaturahim ke MPR RI pada hari Kamis (14 Mei),” kata Eddy dikutip dari keterangan tertulis di laman resmi MPR, Minggu (17/5).
Eddy juga merespons isu dugaan intimidasi yang disebut menimpa Josepha Alexandra dan rekan-rekannya dari grup C SMAN 1 Pontianak. Ia menegaskan tidak boleh ada tekanan dalam bentuk apa pun terhadap para siswa maupun pihak sekolah.
Baca Juga: MPR RI Ambil Keputusan Tegas Susul Polemik Lomba Cerdas Cermat
“Tidak boleh ada intimidasi dalam bentuk apapun terhadap Josepha, rekan-rekan satu grupnya maupun SMAN 1 Pontianak. Sikap mereka wajib dihormati dan saya berkomitmen melindungi mereka dari intimidasi dalam bentuk apapun,” ujar Eddy.
Politikus PAN itu menyebut pihak MPR RI terbuka terhadap berbagai dukungan yang diberikan masyarakat kepada Josepha dan timnya. Menurutnya, polemik ini bisa menjadi momentum evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan LCC 4 Pilar ke depan.
“Ini menjadi momentum perbaikan terus menerus bagi rangkaian acara LCC Empat Pilar MPR RI sekaligus perbaikan bagi berbagai metode Sosialisasi Empat Pilar MPR ke depannya,” terang Eddy.
Ia juga mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang tetap mendukung SMAN 1 Sambas sebagai juara pertama untuk melaju ke tingkat nasional.
“Saya salut dengan sikap kesatria dan sportivitas tinggi dari seluruh civitas SMAN 1 Pontianak yang tidak hanya siap mendukung juara 1 lomba untuk maju ke tahapan final lomba nasional LCC, namun juga semangat mereka untuk tetap mengikuti LCC MPR RI di tahun-tahun mendatang," tutup Eddy.
Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan mundur dari agenda tanding ulang final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas pernyataan Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang sempat mewacanakan pengulangan babak final.
Kepala sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menjelaskan langkah yang diambil sekolah bertujuan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan lomba.
"Langkah yang kami ambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, agar mekanisme lomba ke depan lebih transparan, objektif, dan akuntabel," ujar Indang melalui pernyataan tertulis di akun Instagram @smansaptk.informasi.
Baca Juga: Ucapan ‘Cuma Perasaan Adik-adik’ Jadi Bumerang, MC Lomba MPR RI Minta Maaf
Meski sempat menyampaikan keberatan, pihak sekolah menegaskan tetap menghormati keputusan panitia dan mendukung penuh perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional.
"Kami menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," lanjutnya.
SMAN 1 Pontianak juga memastikan memilih fokus menjaga suasana pendidikan yang kondusif dan menyampaikan permohonan maaf apabila polemik tersebut sempat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.





