OJK Masih Kaji Rencana Penghapusan KBMI 1

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mengkaji rencana penghapusan kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 guna mendorong konsolidasi dan penguatan permodalan perbankan nasional. Realisasi kebijakan tersebut belum dipastikan apakah akan dijalankan tahun ini atau pada periode berikutnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, penguatan bank-bank KBMI 1 menjadi agenda strategis untuk memperkokoh struktur industri perbankan sekaligus menjaga ketahanan sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global. “OJK memandang penguatan bank-bank KBMI 1 sebagai bagian dari agenda strategis yang perlu ditempuh secara terarah dan prudent dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Dian dalam keterangannya, Ahad (17/5/2026).

Baca Juga
  • Pemerintah Siapkan KUR 5 Persen, OJK Dorong Bank Lakukan Stress Test
  • OJK Ungkap Klaim BPJS Ketenagakerjaan Naik Akibat PHK
  • OJK Sebut BUS Baru Hasil Spin-Off akan Perkuat Bank Syariah KBMI 2

Menurut Dian, langkah tersebut semakin relevan seiring percepatan digitalisasi perbankan, perkembangan teknologi informasi, ketidakpastian ekonomi global, hingga meningkatnya risiko serangan siber yang menuntut bank memiliki skala usaha dan modal lebih kuat.

OJK menilai bank-bank KBMI 1 masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala bisnis, baik melalui pertumbuhan organik maupun langkah anorganik seperti konsolidasi. OJK sebelumnya telah menyampaikan imbauan kepada bank-bank KBMI 1 sejak Oktober 2025 untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja usaha, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, serta prospek jangka panjang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Pendekatan anorganik melalui konsolidasi diperlukan untuk dapat menjadi dorongan terhadap kinerja bank yang dinilai mengalami stagnasi. Hal ini tentu membutuhkan kejujuran dan sikap visioner dari PSP dan manajemen bank untuk melihat prospek kinerjanya kedepan dalam posisi permodalan dan kinerjanya saat ini,” kata Dian.

Menindaklanjuti imbauan tersebut, sejak Desember 2025 OJK mengundang bank-bank KBMI 1 dalam forum diskusi kelompok terarah atau focus group discussion guna menyusun peta jalan penguatan industri. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas upaya penguatan fundamental dan konsolidasi yang saat ini masih bersifat imbauan.

Dian menegaskan OJK juga sedang menyiapkan kerangka kebijakan dan mekanisme yang tepat agar penguatan permodalan berlangsung secara prudent, terukur, dan berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan stabilitas sistem keuangan, perlindungan nasabah, serta kesinambungan fungsi intermediasi. “Sehingga pelaksanaannya tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan tetap sejalan dengan kapasitas masing-masing bank,” ujarnya.

Sebelumnya, Dian mengungkapkan OJK tengah mendorong bank-bank KBMI 1 membuka opsi merger sebagai langkah memperkuat skala ekonomi. Ia bahkan menyampaikan rencana penghapusan kategori KBMI 1 dalam jangka waktu tertentu. “Saya sekarang sedang mendorong bank-bank KBMI 1 untuk mulai berbicara lah soal kemungkinan merger di antara mereka. Karena dalam jangka waktu yang mungkin tidak terlalu lama, saya akan menghapuskan KBMI 1,” kata Dian usai menghadiri Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2025 dalam rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit 2025 di Surabaya, Selasa (4/11/2025).

KBMI merupakan klasifikasi bank berdasarkan besaran modal inti yang berfungsi sebagai bantalan utama dalam menyerap risiko sekaligus menentukan kapasitas ekspansi bisnis bank. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, kategori KBMI terdiri dari empat kelompok, yakni KBMI 1 dengan modal inti hingga Rp6 triliun, KBMI 2 sebesar Rp6 triliun sampai Rp14 triliun, KBMI 3 sebesar Rp14 triliun hingga Rp70 triliun, dan KBMI 4 di atas Rp70 triliun.

Apabila penghapusan KBMI 1 direalisasikan, struktur klasifikasi bank akan disederhanakan menjadi tiga kelompok. KBMI 2 akan menjadi KBMI 1, KBMI 3 menjadi KBMI 2, dan KBMI 4 berubah menjadi KBMI 3. “Jadi yang ada cuma KBMI 1, 2, 3, tidak ada KBMI 4. Karena terus terang, di negara sebesar kita ini sekarang, dalam segala hal terkait skala ekonomi dan lain sebagainya, enggak mungkin kalau tidak dilakukan itu. Jadi, merger harus dilakukan,” kata Dian.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri perbankan nasional sekaligus memperbesar kapasitas pembiayaan ekonomi di tengah tuntutan efisiensi dan transformasi digital sektor keuangan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megamall Manado Kebakaran Hebat, 1 Orang Tewas Terjebak
• 19 jam laluokezone.com
thumb
WHO Nyatakan Darurat Kesehatan Internasional Imbas Wabah Ebola di Afrika
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Sinner kejar Golden Masters, Ruud incar gelar pertama di final Roma
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Harry Kane Cetak Hattrick Saat Bayern Muenchen Bungkam FC Koln 5-1 di Allianz Arena
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Asah Kemampuan Manajerial Hingga Leadership, Pelajar SMA di Surabaya Gelar Festival Lari
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.