Polisi Bangkok mendakwa pengemudi bus dan masinis kereta barang yang terlibat dalam tabrakan di Thailand. Mereka didakwa dengan tuduhan mengemudi ugal-ugalan yang menyebabkan kematian.
Dilansir Bangkok Post, Minggu (17/5/2026), dakwaan diajukan terhadap Sayomporn Suankul (46), pengemudi bus nomor 206, dan Lapit Thongboon (56) masinis kereta barang Laem Chabang-Bang Sue nomor 2126.
Diketahui, tabrakan itu terjadi di perlintasan sebidang di Jalan Asok-Din Daeng di distrik Huai Khwang pada pukul 15.41 pada Sabtu. Kereta barang menabrak bus penumpang yang berhenti di rel karena terjebak macet di sekitar lokasi.
Akibatnya tabrakan tersebut menyebabkan bus terbakar. Sedikitnya delapan orang tewas dan 32 orang terluka, beberapa kendaraan lain rusak akibat kejadian itu.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan tabrakan terjadi karena palang perlintasan tidak dapat diturunkan karena ada kendaraan yang berhenti di perlintasan sebidang. Menurut hukum, kendaraan dilarang berhenti di perlintasan dan dalam radius lima meter.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memeriksa lokasi kejadian pada Sabtu malam dan bertanya mengapa tidak ada petugas kereta api yang memperingatkan masinis tentang kemacetan lalu lintas di perlintasan sebidang tersebut. Ia mengatakan bahwa ruas jalan itu selalu padat.
Puing-puing akibat kecelakaan telah dibersihkan, sementara kereta api telah dipindahkan dari perlintasan pada Sabtu malam. Jalan tersebut kini telah dibuka kembali untuk lalu lintas jalan raya dan kereta api. Sementara itu bunga-bunga diletakkan di lokasi kejadian sebagai tanda duka cita atas para korban.
(yld/gbr)





