Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan pada kebutuhan hunian masyarakat perkotaan. Tidak hanya mengutamakan lokasi dan desain, sebagian konsumen kini mulai mempertimbangkan aspek keamanan, efisiensi, dan kemudahan akses teknologi dalam memilih tempat tinggal.
Kondisi tersebut turut mendorong munculnya tren smart living di sektor properti, terutama pada proyek hunian yang menyasar generasi muda dan keluarga baru.
Sejumlah laporan menunjukkan penggunaan teknologi smart home di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Smart Home+City Indonesia memperkirakan sebanyak 15,2 juta rumah tangga di Indonesia akan menggunakan teknologi smart home pada 2026.
Sementara itu, laporan We Are Social mencatat jumlah rumah tangga pengguna teknologi smart home mencapai 9,58 juta pada 2024 dan meningkat menjadi 11 juta pada 2025. Peningkatan tersebut disebut dipengaruhi oleh semakin luasnya akses internet, penggunaan perangkat berbasis Internet of Things (IoT), serta perubahan pola aktivitas masyarakat yang mengandalkan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari.
Teknologi smart home umumnya memungkinkan penghuni rumah mengontrol sejumlah perangkat melalui aplikasi di smartphone secara real-time. Selain faktor kenyamanan, aspek keamanan juga menjadi salah satu perhatian masyarakat, khususnya bagi penghuni rumah dan apartemen dengan mobilitas tinggi.
Kebutuhan pemantauan rumah dari jarak jauh hingga pengelolaan akses masuk menjadi beberapa fitur yang mulai banyak digunakan dalam sistem rumah pintar. Melihat perkembangan tersebut, Evomab, penyedia teknologi smart home yang merupakan bagian dari PT Aditya Sarana Graha (ASG), menghadirkan produk smart lock dan CCTV berbasis IoT untuk pasar Indonesia.
“Rumah pintar di Indonesia bukan lagi sekadar tren gaya hidup, tetapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan keamanan dan efisiensi. Masyarakat juga mulai beralih ke gaya hidup ‘keyless’, meninggalkan sistem kunci mekanik konvensional dan beralih ke sistem digital,” kata Ryan Limanto, Product Manager Home Locks and Security Solutions Division Evomab, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Minggu, 17 Mei 2026.
Ryan mengatakan, adopsi smart home di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kekhawatiran terhadap keamanan sistem digital, potensi gangguan sistem, hingga harga perangkat yang dianggap relatif tinggi. Selain itu, sebagian masyarakat juga masih terbiasa menggunakan sistem kunci konvensional.





