99,86% Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Bersih dari Lumpur

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Upaya pembersihan lumpur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir rampung. Hingga 12 Mei 2026, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat 690 dari total 691 sasaran pembersihan lumpur telah selesai ditangani atau mencapai 99,86 persen.

Berdasarkan data Satgas PRR, seluruh sasaran pembersihan lumpur di Aceh dan Sumatera Barat telah selesai 100 persen. Sementara itu, di Sumatera Utara masih tersisa satu lokasi yang saat ini dalam tahap penanganan.

Pembersihan lumpur menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Selain membuka kembali akses permukiman warga, langkah tersebut juga dinilai penting untuk mengembalikan aktivitas sosial dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan proses pembersihan lumpur di mayoritas wilayah terdampak menunjukkan hasil signifikan dan mendekati tuntas.

Baca juga: Satgas PRR Sebut Pemulihan Penyintas Bencana Sumatera Jadi Prioritas

Menurutnya, hampir seluruh area yang sebelumnya tertutup material lumpur kini telah berhasil dibersihkan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.

"Di Sumatera Barat seluruh titik sudah bersih seluruhnya. Di Sumatera Utara juga tinggal satu lokasi yang masih dalam proses penanganan," kata Amran, dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).

Di Aceh, proses pembersihan lumpur dilakukan secara masif di sejumlah daerah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, hingga Bireuen.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan sasaran pembersihan terbanyak, yakni mencapai 259 lokasi. Seluruh titik tersebut kini telah selesai dibersihkan.

Baca juga: Pemerintah Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Ini Prioritasnya

Untuk mempercepat proses penanganan di lapangan, Satgas PRR melibatkan berbagai unsur, termasuk Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diterjunkan dalam tiga gelombang membantu pembersihan lumpur di Aceh Tamiang.

Selain itu, Satgas PRR juga menjalankan skema cash for work dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembersihan.

Skema tersebut dinilai tidak hanya membantu mempercepat penanganan material lumpur, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga terdampak selama masa pemulihan berlangsung.

Keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur lain disebut menjadi faktor penting yang mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak bencana. Seiring semakin sedikitnya lokasi yang masih tertimbun lumpur, aktivitas sosial dan ekonomi warga di berbagai daerah kini mulai kembali berjalan normal.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Isbat Iduladha 2026, Simak Sejarah dan Perkembangan Kriteria Hilal MABIMS
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemimpin Senior ISIS Abu Bilal al-Minuki Tewas dalam Operasi Gabungan AS-Nigeria
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Jambret WNA di Bundaran HI Ditangkap, Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: PSIM Yogyakarta Vs Madura United
• 3 jam lalubola.com
thumb
One Ok Rock Guncang Jakarta, Buka Konser dengan Puppets Can’t Control You
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.