Surabaya (beritajatim.com)– Di tengah tren gaya hidup sehat, konsumsi teh rimpang yang terdiri dari jahe, kunyit, hingga temulawak menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Namun, seringkali muncul kebingungan di masyarakat mengenai fungsi utamanya.
Sebagian orang mengklaim teh rimpang sebagai ramuan ajaib untuk menurunkan berat badan, sementara sebagian lainnya justru menggunakannya sebagai jamu tradisional untuk menambah nafsu makan. Lantas, manakah fakta yang sebenarnya? Ternyata, jawabannya terletak pada jenis rimpang yang digunakan serta bagaimana tubuh kita meresponsnya.
Secara ilmiah, beberapa jenis rimpang seperti jahe dan kayu manis memang memiliki sifat termogenik, yaitu kemampuan untuk meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme. Proses ini membantu pembakaran kalori menjadi lebih efisien, sehingga sering diandalkan dalam program diet. Selain itu, aroma kuat dan rasa hangat dari rimpang tertentu mampu memberikan efek kenyang lebih lama dan menekan keinginan untuk mengkonsumsi camilan secara berlebihan.
Dalam konteks ini, teh rimpang bertindak sebagai pendukung proses peluruhan lemak, asalkan tidak ditambahkan pemanis buatan secara berlebihan.
Namun, disisi lain terdapat jenis rimpang seperti temulawak yang secara turun-temurun dikenal sebagai penambah nafsu makan. Temulawak bekerja dengan cara mempercepat proses pengosongan lambung dan merangsang produksi empedu, yang secara otomatis membuat perut lebih cepat merasa lapar kembali. Jadi, jika ramuan rimpang Anda didominasi oleh temulawak, jangan terkejut apabila niat hati ingin diet justru berakhir dengan keinginan untuk menambah porsi makan. Ini bukan berarti rimpangnya salah, namun target tujuannya yang mungkin tertukar.
Kesimpulannya, teh rimpang bisa menjadi kawan setia untuk diet maupun penambah berat badan, tergantung pada komposisi bahan yang Anda racik. Memahami karakter masing-masing rimpang adalah kunci agar target fisik Anda tidak “salah alamat”. Jadi, sebelum mulai rutin meminumnya, pastikan Anda sudah mengenali apakah racikan tersebut bertujuan untuk membakar lemak atau justru memicu rasa lapar yang tidak tertahankan. Bagaimana dengan Anda? Apakah teh rimpang Anda sudah memberikan hasil yang sesuai harapan, atau justru membuat Anda semakin sering mengunjungi meja makan? [Devi Dwi Windah Sari]




