JAKARTA (Realita)- Polda Metro Jaya resmi naik status menjadi satu-satunya Polda tipe A plus di Indonesia.
Pemerhati Kepolisian dan Eks Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menjelaskan, Polda Metro Jaya memang satu-satunya Polda tipe A plus atau A khusus di Indonesia, karena menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Ibu Kota Negara.
Baca juga: Ini Dia Perkembangan Kasus Insiden Argo Bromo Anggrek vs KRL yang Ditangani PMJ
"Karena menjadi Polda di Ibu Kota Negara, maka masalah yang harus dihadapi juga berkaitan dengan negara. Hal yang paling kasat mata terlihat, misalnya Pemerintahan ada di Jakarta, demonstrasi nasional digelar di Jakarta, acara-acara internasional seringkali diselenggarakan di Jakarta, dan sebagainya," terang Poengky Indarti kepada Realita.co, Minggu (17/5/2026).
Poengky juga mengungkapkan, belum lagi Jakarta sebagai Kota Metropolitan yang mempunyai karakteristik kamtibmas yang lebih rumit, termasuk tingginya angka kejahatan, baik konvensional maupun trans-nasional.
Ia juga menambahkan, wilayah hukum Polda Metro Jaya juga sangat luas, meliputi DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi Kota, Kabupaten Bekasi, dan Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, masuk akal saja, jika Kapoldanya mempunyai pangkat lebih tinggi, serta dilengkapi anggaran, sarana-prasarana dan SDM yang lebih jika dibandingkan dengan polda-polda lain.
"Polda-Polda lain tipenya A dan B (Polda baru, misalnya Polda Papua Tengah). Hal ini berkaitan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, kompleksitas keamanan, kondisi sosial-ekonomi, dan sebagainya," ungkapnya.
Kenaikan pangkat ini juga disesuaikan dengan TNI, karena Pangdam Jaya sejak Maret 2026 lalu dijabat oleh Jenderal bintang 3, sehingga koordinasi TNI dan Polri diharapkan semakin baik dan sinergis," sambung keterangannya.
"Saya melihat yang paling penting sebetulnya adalah bagaimana Polda Metro Jaya mampu menjaga harkamtibmas,melayani-mengayomi-melindungi masyarakat dengan sebaik-baiknya, serta sigap dalam menegakkan hukum agar Jakarta menjadi Kota Metropolitan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dan turis pendatang," tandasnya.
Poengky juga mengingatkan, jangan sampai type naik, pangkat naik, anggaran-sarpras-SDM naik, tapi kualitas biasa-biasa saja, atau malah menurun. Hal ini pasti sangat mengecewakan masyarakat.
Baca juga: Wakil Ketua DPR dan Kapolda Metro Jaya Ucapkan Keprihatinan Insiden Argo Bromo Anggrek vs KRL
"Padahal harapan masyarakat pada polisi kan sederhana saja, sebagaimana yang saya sampaikan sebelumnya: yan-yom-lin, gakkum, dan harkamtibmas," ucapnya.
Hal lain yang lebih penting adalah sipilisasi dan humanisasi polisi. Poengky mengatakan, Performance polisi jangan menggambarkan kekerasan, militeristik, atau polisi-polisi cuek, arogan dan ogah-ogahan dalam melayani masyarakat. Sehingga pangkat, seragam, dan atribut yang berbau militeristik seharusnya dikurangi dan secara bertahap dihilangkan.
"Polisi justru penting melakukan patroli rutin, melengkapi diri dengan body camera dan dashboard camera, menyapa warga masyarakat, serta mencegah kejahatan yang meresahkan masyarakat -misalnya begal, tawuran, dan judi online," tuturnya.
Wanita yang pernah berkiprah sebagai pengawas internal kepolisian ini juga meminta, evaluasi berkala perlu dilakukan. Jika masih stagnan atau lebih buruk, perlu dipertimbangkan untuk di-downgrade. Hal ini juga perlu diberlakukan tidak hanya untuk PMJ, tapi juga untuk Polda dan Polres yang statusnya dinaikkan.
"Jika masih stagnan perlu dipertimbangkan untuk di downgrade, itu bukan hanya untuk Polda Metro Jaya tetapi Polda dan Polres lainnya," tegasnya.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel 2.098 Brimob di Lapangan Presisi, Jangan Sakiti Hati Masyarakat
Sebelumnya, Jum'at, 15 Mei 2026, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa peningkatan status tersebut diiringi dengan komitmen jajarannya untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
"Kapolda juga sudah mengingatkan agar seluruh anggotanya tidak menyakiti hati masyarakat," kata Budi.
Masih terang Budi, slogan Pak Kapolda jelas," Jangan sekali-sekali menyakiti hati masyarakat", sudah itu saja yang dituntun.
"Itu kan sudah jelas besar, ringan tapi pelaksanaannya kan harus kami semua jajarannya laksanakan," pungkasnya.(Ang)
Editor : Redaksi





