Usai Gagal Kawal Thom Haye, Yuran Fernandes Bayar Kesalahan! Bawa PSM Makassar Sementara Imbangi Persib Bandung 1-1

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, PAREPARE — Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, akhirnya membayar kesalahannya dengan cara paling dramatis. Setelah sempat menjadi sorotan akibat gagal mengawal Thom Haye pada gol pembuka Persib Bandung, bek jangkung asal Tanjung Verde itu justru bangkit dan membawa Pasukan Ramang menyamakan skor menjadi 1-1 pada babak kedua.

Gol balasan Yuran lahir pada menit ke-53 dan langsung membakar kembali atmosfer Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026). Ribuan suporter yang sempat terdiam akibat gol Persib kini kembali bergemuruh.

Momen itu terasa seperti penebusan sempurna bagi Yuran.

Pada babak pertama, dirinya menjadi salah satu pemain yang paling disorot. Dalam proses gol Thom Haye pada menit ke-32, Yuran dinilai gagal melakukan pengawalan ketat. Ia dengan mudah dilewati dalam skema serangan cepat Persib yang berujung pada tembakan keras Thom Haye ke pojok kanan atas gawang Hilman Syah.

Gol tersebut sempat membuka jalan bagi Persib menuju mimpi besar mereka.

Di saat bersamaan, rival terdekat Maung Bandung, Borneo FC, juga masih tertahan imbang tanpa gol menghadapi Persijap Jepara. Situasi itu membuat Persib semakin dekat dengan peluang mengunci dominasi mereka di Super League musim ini.

Namun sepak bola sering kali menghadirkan cerita tentang penebusan.

Dan Yuran Fernandes menulis kisahnya sendiri di Parepare malam itu.

Sejak awal pertandingan, PSM sebenarnya tampil berani. Mereka mencoba menekan Persib dengan permainan agresif dan intensitas tinggi di depan publik sendiri. Rizky Eka Pratama dan Victor Dethan beberapa kali memberi ancaman, tetapi penyelesaian akhir masih belum maksimal.

Persib justru tampil lebih efektif. Perlahan mereka mengambil alih ritme permainan lewat kualitas distribusi Thom Haye dan pergerakan Berguinho di sisi lapangan.

Puncaknya datang pada menit ke-32 ketika Eliano Reijnders mengirim umpan terobosan akurat kepada Berguinho. Bola kemudian diteruskan kepada Thom Haye yang dengan tenang mengecoh Yuran Fernandes sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Hilman Syah.

Gol itu membuat stadion mendadak sunyi.

Persib terlihat semakin nyaman mengendalikan pertandingan. Mereka bermain disiplin dan membuat PSM kesulitan menemukan ruang. Hingga turun minum, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan Maung Bandung.

Tekanan besar kemudian berada di pundak pemain PSM, terutama Yuran Fernandes yang menjadi sasaran kritik akibat dianggap gagal mengantisipasi pergerakan Thom Haye.

Namun memasuki babak kedua, respons PSM terlihat berbeda. Pasukan Ramang tampil lebih agresif dan berani menekan sejak menit awal.

Publik Parepare akhirnya mendapat momen yang mereka tunggu pada menit ke-53.

Dalam situasi bola mati di depan gawang Persib, Yuran Fernandes maju membantu serangan. Bek sekaligus kapten PSM itu berhasil memanfaatkan kemelut di kotak penalti sebelum menuntaskan peluang menjadi gol penyeimbang.

Stadion Gelora BJ Habibie langsung meledak.

Yuran yang sebelumnya mendapat sorotan kini berubah menjadi penyelamat. Ia membalas kesalahannya dengan kontribusi paling penting: menjaga harapan PSM tetap hidup sekaligus menggagalkan sementara langkah Persib menuju pesta juara.

Gol tersebut juga mengubah arah pertandingan secara emosional. PSM kembali mendapatkan momentum dan kepercayaan diri, sementara Persib mulai berada dalam tekanan besar dari suporter tuan rumah.

Di tengah atmosfer yang semakin panas, pertandingan berubah menjadi duel penuh tensi tinggi. PSM terus mencoba menekan demi membalikkan keadaan, sedangkan Persib berusaha menjaga ritme permainan agar tidak kehilangan kendali.

Bagi Yuran Fernandes, gol itu terasa lebih dari sekadar penyama kedudukan.

Itu adalah jawaban atas kritik, penebusan atas kesalahan, sekaligus bukti karakter seorang kapten yang tidak bersembunyi ketika tim berada dalam tekanan.

Dan di Parepare malam ini, kisah pertandingan belum selesai. Persib masih memburu sejarah. Tetapi PSM menunjukkan mereka belum siap menyerahkan panggung begitu saja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Menurut Superkomputer, Prancis Bukan yang Terfavorit
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Resmikan Kelenteng di PIK 2, Pramono: Sudah Waktunya LRT Sampai Sini
• 43 menit laluokezone.com
thumb
Kemendagri dan Garuda TV Gelar Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 untuk Dorong Inovasi Daerah
• 6 jam lalupantau.com
thumb
John Herdman: Tekanan Membela Timnas Indonesia Bisa Jadi Beban atau Hadiah Besar
• 1 jam lalubola.com
thumb
GBK Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi dalam 63 Tahun dengan Raih Rp812 Miliar
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.