JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di sekitar Jalan Bandengan Utara, Pekojan, menyoroti tingginya kerawanan tawuran yang kerap terjadi pada dini hari di wilayah mereka.
Sorotan itu muncul setelah aksi kejar-kejaran yang berujung pembacokan antarkelompok pemuda terjadi pada Jumat (15/5/2026) subuh lalu.
Alfi (41), salah satu warga setempat, mengaku khawatir karena kawasan tempat tinggalnya kerap dijadikan jalur lintasan sekaligus arena bentrokan oleh kelompok tak dikenal.
Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembacokan Mahasiswa dalam Tawuran di Bekasi
"Memang sebenarnya di daerah sini tuh sudah pernah beberapa kali, di Jalan Bandengan itu mereka jadi jalurnya buat berantem. Yang satu datang dari kanan, yang satu dari kiri, pada ketemu di tengah gitu," kata Alfi saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (17/5/2026).
Menyikapi kondisi lingkungan yang dinilai semakin rawan, Alfi meminta aparat kepolisian memperpanjang jam patroli keamanan di wilayah tersebut.
Ia berharap petugas dapat bersiaga hingga waktu subuh, bukan hanya pada malam hari.
"Maunya saya ya polisi kalau patroli harus sampai subuh gitu, jangan pas malam aja gitu biar kita juga enggak takut," ucap Alfi.
Menurut dia, kehadiran polisi pada dini hari sangat penting karena masih banyak warga yang harus beraktivitas pada jam-jam rawan tersebut.
Baca juga: Cincin Korban Pembacokan di Bogor Tak Bisa Lepas, Damkar Turun Tangan
"Kan kadang tuh kita harus pergi atau pulang malam-malam ya, takut kita namanya sekarang lagi banyak orang jahat," ungkapnya.
Senada dengan Alfi, petugas keamanan setempat, Wawan, juga merasa terganggu dengan ulah kelompok pemuda yang kerap membuat keributan menjelang pagi.
Wawan memastikan para pelaku tawuran yang menabrak tiang listrik dan terlibat aksi pembacokan pada Jumat lalu bukan merupakan warga sekitar Pekojan maupun Tambora.
"Bukan, itu orang luar semua itu, orang-orang warga jauhlah. Dari muka-mukanya enggak ada yang ngenalin, motornya juga," kata Wawan.
Ia berharap aksi anarkis antarkelompok dari luar wilayah tersebut tidak kembali terulang karena sangat meresahkan warga setempat.
Baca juga: Polisi Pastikan Tak Ada Pembacokan dalam Video Pelajar Lari ke Warung di Grogol
Pasalnya, warga sudah berupaya menjaga keamanan lingkungan, tetapi justru kerap terganggu oleh kericuhan dari pihak luar.
"Ya kalau bisa jangan ada lagi lah, meresahkan warga apalagi kalau orang luar, jadinya mengganggu di kampung orang," keluh Wawan.





