Makassar (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan menerbangkan ke Makkah 392 calon haji asal Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan satu tambahan calon haji asal Provinsi Maluku yang sebelumnya tunda karena sakit.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail di Makassar, Minggu, mengatakan jumlah calon haji asal Sulawesi Tenggara 386 orang ditambah enam petugas pendamping haji serta satu calon haji tunda yang ikut dalam kelompok terbang (kloter) 36 tersebut.
"Untuk yang sakit dan ditunda keberangkatannya itu dimungkinkan dimasukkan di kloter manapun, asalkan kondisinya sudah membaik dan betul-betul laik terbang," ujarnya.
Ia mengungkapkan JCH asal Sultra memasuki pemondokan Asrama Haji Sudiang Makassar pada Sabtu (16/5), sekitar pukul 18.00 Wita dan dilepas untuk diterbangkan sehari kemudian atau pada Minggu (9/5), setelah melewati proses karantina dan pemeriksaan kesehatan serta dokumen administrasi.
Sebelum pelepasan, PPIH Embarkasi Makassar memberikan beberapa pesan kepada jamaah calon haji agar senantiasa menjaga nama baik bangsa selama menjalani masa ibadah di negara orang seperti Arab Saudi.
Baca juga: PPIH: Air zamzam jamaah calon haji Aceh tiba di asrama haji
Ia mengingatkan jamaah mempersiapkan diri dengan baik karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup terik, sehingga diminta untuk senantiasa menjaga kondisi dengan memperbanyak minum air mineral.
"Yang utama itu karena tujuan jamaah ke Makkah adalah untuk menunaikan salah satu rukun Islam dan betul-betul karena ibadah, jadi tetap menjaga nama baik bangsa, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air mineral," katanya.
Ikbal yang juga Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulsel itu mengaku semua yang telah dinyatakan laik terbang bisa menjalankan ibadah hajinya dengan baik dan mabrur serta kembali ke tanah air nantinya.
Sebelum pemberangkatan, JCH kloter 36 itu mengikuti rangkaian proses penerimaan dan persiapan keberangkatan di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang.
“PPIH telah menyiapkan sejumlah tahapan layanan, mulai dari penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyaluran biaya hidup, pemeriksaan kesehatan, hingga pendataan khusus bagi wanita usia subur,” jelasnya.
Terkait pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan amaah memenuhi syarat terbang. Pendataan juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk bagi anggota jamaah dengan riwayat penyakit maupun kategori khusus lainnya.
Baca juga: 1.175 calon haji Tulungagung diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya
Baca juga: PPIH mantapkan skema murur bagi jamaah calon haji lansia dan risti
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail di Makassar, Minggu, mengatakan jumlah calon haji asal Sulawesi Tenggara 386 orang ditambah enam petugas pendamping haji serta satu calon haji tunda yang ikut dalam kelompok terbang (kloter) 36 tersebut.
"Untuk yang sakit dan ditunda keberangkatannya itu dimungkinkan dimasukkan di kloter manapun, asalkan kondisinya sudah membaik dan betul-betul laik terbang," ujarnya.
Ia mengungkapkan JCH asal Sultra memasuki pemondokan Asrama Haji Sudiang Makassar pada Sabtu (16/5), sekitar pukul 18.00 Wita dan dilepas untuk diterbangkan sehari kemudian atau pada Minggu (9/5), setelah melewati proses karantina dan pemeriksaan kesehatan serta dokumen administrasi.
Sebelum pelepasan, PPIH Embarkasi Makassar memberikan beberapa pesan kepada jamaah calon haji agar senantiasa menjaga nama baik bangsa selama menjalani masa ibadah di negara orang seperti Arab Saudi.
Baca juga: PPIH: Air zamzam jamaah calon haji Aceh tiba di asrama haji
Ia mengingatkan jamaah mempersiapkan diri dengan baik karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup terik, sehingga diminta untuk senantiasa menjaga kondisi dengan memperbanyak minum air mineral.
"Yang utama itu karena tujuan jamaah ke Makkah adalah untuk menunaikan salah satu rukun Islam dan betul-betul karena ibadah, jadi tetap menjaga nama baik bangsa, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air mineral," katanya.
Ikbal yang juga Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulsel itu mengaku semua yang telah dinyatakan laik terbang bisa menjalankan ibadah hajinya dengan baik dan mabrur serta kembali ke tanah air nantinya.
Sebelum pemberangkatan, JCH kloter 36 itu mengikuti rangkaian proses penerimaan dan persiapan keberangkatan di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang.
“PPIH telah menyiapkan sejumlah tahapan layanan, mulai dari penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyaluran biaya hidup, pemeriksaan kesehatan, hingga pendataan khusus bagi wanita usia subur,” jelasnya.
Terkait pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan amaah memenuhi syarat terbang. Pendataan juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk bagi anggota jamaah dengan riwayat penyakit maupun kategori khusus lainnya.
Baca juga: 1.175 calon haji Tulungagung diberangkatkan ke Asrama Haji Surabaya
Baca juga: PPIH mantapkan skema murur bagi jamaah calon haji lansia dan risti





