Fase pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kini resmi memasuki tahap penguatan layanan menjelang puncak ibadah haji pada 9 Zulhijah 1447 H. Memasuki hari ke-27 masa operasional haji 2026, gelombang kedatangan calon jemaah haji dari berbagai penjuru dunia membuat kawasan Masjidil Haram mulai dipadati lautan manusia.
Dikutip dari laporan langsung jurnalis Metro TV, Mahmud Fauzi dan Bayu Prayudanto dari Makkah, Arab Saudi, dinamika persiapan di Tanah Suci kini berjalan sangat intensif, baik dari sisi kesiapan infrastruktur maupun pengondisian jemaah di tengah cuaca ekstrem.
Kesiapan Fasilitas Armuzna Kejar Target H-5
Hingga Minggu, 17 Mei 2026, lebih dari 86 persen atau sekitar 457 kloter calon jemaah haji Indonesia dilaporkan telah tiba dan menetap di Kota Makkah. Sisa jemaah yang berada di 18 kloter dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, hari ini untuk langsung bergeser ke Makkah guna melaksanakan umrah wajib.
Untuk memastikan kelancaran fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Badan Pengelola Ibadah Haji (BPIH) Arab Saudi terus mematangkan simulasi skema pergerakan jemaah dan mengecek kelaikan fasilitas fisik.
Lebih dari 3.000 tenda telah didirikan di kawasan Mina dan Muzdalifah. Tiap tenda memiliki kapasitas 70 hingga 80 orang dan dipastikan sudah dilengkapi pendingin ruangan (AC) yang prima serta fasilitas sanitasi yang memadai. Seluruh persiapan di Armuzna ini ditargetkan selesai 100 persen pada tanggal 20 Mei atau H-5 sebelum puncak haji.
Baca Juga :
Jelang Puncak Haji, Jemaah Diimbau Jaga Imun Cegah HantavirusSiasat Jemaah Hadapi Suhu Ekstrem 43°C
Sementara itu, kepadatan luar biasa di Masjidil Haram memaksa jemaah haji untuk mengatur strategi demi bisa beribadah dengan aman. Berdasarkan pantauan visual di area pelataran hingga rooftop masjid, pergerakan manusia pasca-salat fardu sudah menyerupai lautan massa yang padat.
Ditambah lagi, tantangan suhu udara di Makkah saat ini menyentuh angka ekstrem 43°C. Untuk menghindari sengatan panas (heatstroke), banyak jemaah Indonesia memilih berangkat 2 hingga 3 jam lebih awal sebelum azan subuh atau memilih bertahan di dalam masjid sejak pagi hari demi mendapatkan tempat ibadah yang sejuk.
Di tengah padatnya saf, cerita spiritualitas yang mendalam dirasakan oleh Thomi, jemaah haji asal Samarinda yang sudah 10 hari berada di Makkah. "Kesan yang paling enak itu pas saya bisa salat di depan Kaabah di saf pertama dunia, persis di depan Rukun Yamani. Rasa hati mau doa apa saja langsung saya sampaikan semua di situ," kisah Thomi dikutip dari Primetime News, Metro TV.
Tips Menjaga Stamina Jelang Armuzna
Mengingat fase krusial Armuzna membutuhkan ketahanan fisik yang prima, calon jemaah haji diimbau untuk tidak memaksakan diri dalam beraktivitas demi mengejar ibadah sunah secara berlebihan. Beberapa kiat penting yang direkomendasikan antara lain:
- Penuhi Kebutuhan Cairan: Manfaatkan ketersediaan air Zamzam yang melimpah dan rutin mengonsumsi air mineral agar tidak dehidrasi.
- Gunakan Semprotan Air (Water Spray): Selalu bawa botol semprotan air untuk menyegarkan wajah saat terpapar udara panas ekstrem di luar ruangan.
- Disiplin Istirahat: Jaga ritme biologis tubuh; jika merasa lelah, lapar, atau mengantuk, segera prioritaskan untuk beristirahat dan makan tepat waktu.




