Mogok Massal Samsung, Kerugian Bisa Tembus Rp1.100 Triliun

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pemerntah Korea Selatan akan menempuh seluruh opsi dalam mencegah aksi mogok kerja massal di Samsung Electronics.

Mogok Massal Samsung, Kerugian Bisa Tembus Rp1.100 Triliun (Foto: dok AP)

IDXChannel - Pemerintah Korea Selatan akan menempuh seluruh opsi, termasuk arbitrase darurat dalam mencegah aksi mogok kerja massal di Samsung Electronics.

Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok mengatakan, mogok kerja di raksasa teknologi tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga 100 triliun won atau setara Rp1.170 triliun.

Baca Juga:
40.000 Karyawan Samsung Akan Unjuk Rasa, Protes Soal Upah

“Penghentian operasi selama satu hari saja di pabrik semikonduktor Samsung Electronics diperkirakan dapat menimbulkan kerugian langsung hingga 1 triliun won atau sekitar USD667,68 juta,” ujar Kim dilansir dari Investing, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah terhentinya lini produksi semikonduktor yang dapat menyebabkan gangguan operasional selama berbulan-bulan.

Baca Juga:
Samsung Terancam Aksi Mogok Massal usai Gagal Sepakat Soal Bonus Karyawan

Di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, Samsung Electronics dan serikat pekerja perusahaan dijadwalkan kembali melanjutkan negosiasi upah pada Senin (18/5/2026) dengan dimediasi pemerintah.

Langkah tersebut diyakini dapat meredakan kekhawatiran terhadap potensi aksi mogok yang berisiko mengganggu operasional salah satu produsen chip memori terbesar dunia itu.

Pemerintah Korea Selatan juga membuka peluang penerapan arbitrase darurat, sebuah kebijakan yang dapat diberlakukan oleh Menteri Tenaga Kerja apabila perselisihan industrial dinilai berpotensi merugikan ekonomi nasional maupun kehidupan masyarakat.

Melalui kebijakan itu, aksi mogok maupun tindakan industrial lainnya akan langsung dilarang selama 30 hari sambil proses mediasi dan arbitrase dilakukan oleh National Labor Relations Commission.

Kebijakan arbitrase darurat sendiri jarang digunakan di Korea Selatan dan akan menjadi langkah luar biasa, terutama di bawah pemerintahan yang dikenal lebih ramah terhadap serikat pekerja.

Namun, serikat pekerja Samsung menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan terkait arbitrase dan menolak menyetujui kesepakatan upah apabila perusahaan hanya menawarkan proposal yang lebih buruk bagi pekerja.

Kim menyebut peran Samsung sangat besar bagi ekonomi Korea Selatan. Perusahaan tersebut menyumbang sekitar 22,8 persen dari total ekspor nasional dan mewakili sekitar 26 persen kapitalisasi pasar domestik.

Selain mempekerjakan lebih dari 120.000 pekerja, Samsung Electronics juga bekerja sama dengan sekitar 1.700 pemasok di seluruh negeri.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muhammadiyah Games 2026 Resmi Dibuka, Enam Cabang Olahraga Siap Dipertandingkan 
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Toyota Agya Dominasi Segmen Compact Entry, Raih 30 Persen Pangsa Pasar di 2026
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Strategi Iran Hadapi Invasi AS: Kuasai Selat Hormuz hingga Batasi Kapal Barat
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pep Guardiola Larang Skuad Manchester City Berselebrasi usai Juarai Piala FA: Harus Fokus Kejar Arsenal
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Potret Terbaru Serangan Israel ke Gaza, Gedung Porak-Poranda
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.