Australia Sampai Telepon Mentan Amran, Pupuk Indonesia Kini Jadi Rebutan Dunia

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut posisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan setelah mulai mengekspor pupuk ke Australia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Ini menunjukkan Indonesia semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pangan kawasan,” kata Mentan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (17/5).

Hubungan kerja sama Indonesia dan Australia di sektor pangan pun disebut semakin kuat. Amran mengungkapkan dirinya menerima telepon langsung dari Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia Julie Collins yang menyampaikan apresiasi atas dukungan pasokan pupuk dari Indonesia.

Menurut Amran, pemerintah Australia berterima kasih karena Indonesia membantu menjaga ketersediaan pupuk di tengah gangguan rantai pasok dunia akibat situasi geopolitik global yang memengaruhi sektor energi, pangan, hingga bahan baku berbagai negara.

Baca Juga: Amran Sulaiman: Kebijakan Pemerintah Kunci Keberhasilan Swasembada Beras dan Kesejahteraan Petani

"Menteri Pertanian Australia menyampaikan terima kasih karena Indonesia telah membantu menyuplai pupuk ke Australia di tengah tantangan geopolitik global," ujar Amran.

Ia menjelaskan, ekspor pupuk tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) Indonesia dan Australia untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

Pada tahap awal, volume ekspor yang dikirim mencapai 47.250 ton. Jumlah itu merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun.

“Ini mencetak sejarah karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia," kata Amran.

Menurutnya, langkah ini membuktikan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, tetapi juga mulai memainkan peran strategis dalam mendukung kebutuhan pangan negara lain.

Baca Juga: Diakui Sebagai Penjaga Stabilitas Pangan! Indonesia Kebanjiran Surplus Pupuk

Amran menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan petani di dalam negeri. Ia memastikan ekspor dilakukan karena produksi pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi surplus sehingga pasokan untuk petani Indonesia tetap aman.

Saat ini, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sedangkan kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton. Dengan demikian, Indonesia masih memiliki surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pasar ekspor sekaligus mendukung diplomasi pangan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analisis Bos PPI saat Prabowo Yakinkan Publik soal Nilai Tukar Rupiah
• 20 jam laludetik.com
thumb
Cerita Prabowo Saat Dulu Jadi Komandan Tempur: Yang Pertama Dicek Bukan Peluru, tapi Beras
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
15 Porsi Makanan Siap Santap Disajikan untuk Jamaah Saat Puncak Haji, Ada Menu Rendang
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Atraksi Dino Kostum Jadi Daya Tarik Baru, Wisatawan Puas Berlibur di Selecta
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Imigrasi Soekarno-Hatta Tunda Keberangkatan 89 Calon Haji Nonprosedural
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.