Mengenal Senam Ergonomik, Olahraga Ringan yang Bisa Bantu Kontrol Asam Urat Hingga Kurangi Stres

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menjaga tubuh tetap aktif menjadi salah satu kunci penting untuk mempertahankan kesehatan, terutama saat memasuki usia lanjut. Salah satu aktivitas fisik yang kini mulai banyak diminati adalah senam ergonomik, olahraga ringan dengan gerakan sederhana yang disebut memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Senam ergonomik dikenal sebagai jenis latihan yang mengutamakan gerakan alami tubuh sehingga relatif aman dilakukan berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga lansia. Gerakannya dirancang ringan dan terstruktur untuk membantu melancarkan peredaran darah, menjaga fleksibilitas otot dan sendi, hingga membantu tubuh terasa lebih rileks. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Kemenhaj Ungkap Fakta Mengejutkan Jemaah Haji yang Wafat, Ternyata Mayoritas Bukan Lansia
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Instruktur senam Roida menjelaskan bahwa senam ergonomik sangat cocok dilakukan secara rutin, khususnya bagi lansia yang sering mengalami keluhan nyeri sendi atau kadar asam urat tinggi.

“Senam ergonomik ini dirancang agar aman dan mudah diikuti oleh semua usia, khususnya lansia. Jika dilakukan secara rutin, minimal 2–3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat,” jelas Roida dalam keterangannya, dikutip Senin 18 Mei 2026.

Menurut Roida, durasi ideal senam ergonomik berkisar antara 20 hingga 40 menit dalam satu sesi. Agar manfaatnya lebih optimal, latihan disarankan dilakukan secara rutin sebanyak dua hingga empat kali dalam seminggu.

Tak hanya membantu meredakan nyeri sendi, senam ergonomik juga disebut memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan tubuh. Mulai dari membantu memperbaiki postur tubuh, menjaga kebugaran, meningkatkan kualitas tidur, hingga membantu menjaga stamina sehari-hari.

“Selain itu, gerakan yang teratur juga dapat membantu memperbaiki pola pernapasan dan membuat tubuh terasa lebih rileks serta bertenaga,” lanjut Roida.

Menariknya, manfaat olahraga ternyata tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental. Aktivitas bergerak seperti senam diketahui mampu membantu tubuh melepaskan hormon endorfin dan serotonin yang sering dijuluki sebagai hormon kebahagiaan.

“Benar sekali. Saat seseorang aktif bergerak atau berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin dan serotonin yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan membuat pikiran terasa lebih tenang,” ujar Roida.

Baca Juga :
Sepeda Statis hingga Fisioterapi, Cara Lansia Menjaga Tubuh Tetap Prima
Sekolah Lansia Klinik Korpagama Perkuat Prolanis untuk Kualitas Hidup Lansia
Sadis! Nenek di Muaraenim Tewas di Tangan Anak Kandung, Cucunya Ikut Buang Mayat ke Hutan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Dampak Pada Orang Desa Jika Rupiah Terus Melemah? Ini Analisis Ekonom
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.366,6 Triliun pada Kuartal I/2026
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
DPRD DKI Dorong Jakarta Ubah Gunungan Sampah Jadi Energi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Bareskrim Ungkap Penjagaan Ketat Kampung Narkoba Samarinda: Pakai Kode dan HT
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pramono Bimbang, Lanjutkan LRT Manggarai-Dukuh Atas atau Ancol-PIK 2
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.